Jabar

Gubernur Dedi Mulyadi di PKKMB UNPAS: Mahasiswa Kritis adalah Motor Perubahan Bangsa

| 19 September 2025, 21:10 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi di PKKMB UNPAS: Mahasiswa Kritis adalah Motor Perubahan Bangsa

AKURAT JABAR - Sikap kritis yang sering ditunjukkan oleh kalangan mahasiswa adalah modal penting yang dapat memberikan terdampak positif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, dengan adanya sikap yang kritis juga dapat menghadirkan perubahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM dalam memandang sikap kritis anak muda, pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pasundan (Unpas) Tahun Akademik 2025/2026.

Acara tersebut berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Kota Bandung, pada Selasa (16/9/2025).

Baca Juga: KDM Beri Kuliah Umum di Kampus UI, Jabarkan Konsep Pembangunan Berbasis Budaya

Selain itu, ia juga mengaku respect terhadap mahasiswa yang sering menyampaikan aspirasinya terhadap sejumlah isu, baik terhadap aspek pemerintahan, pembangunan, maupun politik.

KDM juga menyebut bahwa gagasan dan sikap kritis yang disuarakan mahasiswa bisa menjadi bahan evaluasi bagi roda pemerintahan, baik eksekutif, legislatif, ataupun yudikatif.

"Hari ini bertemu dengan teman-teman mahasiswa Unpas, yang paling utama, saya mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan berbagai gagasan kritis bagi negara untuk melakukan evaluasi baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif," ujarnya.

Baca Juga: Gubernur KDM Kunjungi Unisba Pasca Insiden Gas Air Mata, Siap Fasilitasi Dialog Mahasiswa dan DPRD Jabar

"Terutama evaluasi tentang bagaimana negara efisien dalam melakukan pengelolaan keuangan dan berorientasi pada kemakmuran rakyat sehingga kebutuhan pokok dasar masyarakat terpenuhi," sambungnya.

Untuk itu, ia berharap agar civil society atau masyarakat madani dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang memiliki karakter tangguh.

"Saya juga mengajak mahasiswa, kalau negara tidak boleh koruptif, mahasiswa juga tidak boleh koruptif sama orang tuanya. Tidak boleh menilap uang semesteran, tidak boleh boros," imbuhnya.

Baca Juga: Gubernur KDM Bentuk Forum Rektor dan Fasilitasi Dialog Mahasiswa, Wujudkan Pemerintahan Inklusif di Jawa Barat

"Karena itu prasyarat untuk membangun civil society yang kuat, yaitu pemimpinnya kuat, rakyatnya juga harus kuat. Pemimpinnya jujur, rakyatnya juga jujur, generasi penerusnya juga harus jujur," tuturnya.

Selain daripada itu, KDM juga menegaskan bahwa dalam menghadapi persaingan dunia, sekolah tinggi juga perlu mempersiapkan para mahasiswanya agar terampil.

Ia mendorong link and match antara sistem pendidikan dengan kebutuhan pasar lapangan kerja, sehingga ilmu yang diperoleh di kampus dapat diterapkan dalam kehidupan secara nyata.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: Pemda Boleh Beri Bantuan Dana Hibah Kepada Perguruan Tinggi

"Problem pendidikan di kita itu antara kebutuhan pasar dengan lulusan perguruan tinggi tidak match. Nah itu yang harus segera dibenahi ke depan sehingga tenaga-tenaga Indonesia mampu menjawab tantangan pasar," katanya.

Maka mahasiswa dalam menghadapi kelulusannya diharapkan KDM agar menjadi sosok yang mampu menciptakan suatu produk atau sebuah inovasi selain dari karya ilmiah.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti civitas akademica, yang dianggap perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan.

Baca Juga: Gandeng ITB, Gubernur Dedi Mulyadi: Pembangunan Desa Berbasiskan Lingkungan dan Budaya

"Misalnya urusan sampah, yang paling banyak bermasalah biasanya malah di pusat-pusat kota, sementara perguruan-perguruan tinggi kebanyakan lokasinya di kota," terangnya.

"Itulah apa yang ada dalam pikiran saya, sebaiknya ke depan skripsi, disertasi, tesis itu selain bentuk dalam karya tulis. Seseorang menjadi sarjana karena mempunyai produk," tandas KDM.

Baca Juga: Gubernur Jabar Tantang ITB Wujudkan Energi Baru Terbarukan dari Sampah dan Biogas

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.