Gubernur KDM Bentuk Forum Rektor dan Fasilitasi Dialog Mahasiswa, Wujudkan Pemerintahan Inklusif di Jawa Barat

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM bersepakat untuk membentuk Forum Rektor Jawa Barat sebagai upaya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Inisiatif pembentukan Forum Rektor Jabar ini muncul di tengah pertemuannya bersama para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta yang bertempat di Gedung Sate Bandung, pada Selasa (2/9/2025).
"Hari ini kita bertemu dengan para rektor yang intinya ingin mendengarkan pokok pikiran, gagasan, dan orientasi akademik untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan," ungkap Gubernur KDM.
KDM sendiri menilai dengan hadirnya Forum Rektor Jabar tersebut, ke depan dapat menjadi sebuah wadah para pemikir atau 'think thank' yang akan memberikan sumbangsih pemikiran kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dari sudut pandang hasil kajian ilmiah.
Ia sendiri menyebut beberapa contoh permasalahan seperti sampah dan pengembangan kawasan pendidikan yang berada di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Bandung.
Selain itu, ia juga menyoroti berbagai isu politik serta aksi demonstrasi yang hampir satu pekan lamanya tensi luapan kekecewaan masyarakat masih terbilang tinggi.
KDM menilai, sebagai upaya untuk meredam suasana tersebut, pihak Pemprov Jabar bersama dengan kalangan masyarakat termasuk Forum Rektor Jabar akan membuka ruang dialog dengan para mahasiswa.
Forum dialog tersebut digelar bersama mahasiswa yang bertujuan untuk mewadahi aspirasi mereka secara langsung terhadap pemerintah tanpa terkontaminasi oleh pihak luar yang malah menimbulkan bias esensi.
Tampak hadir dalam dialog tersebut Gubernur Jawa Barat bersama jajaran, DPRD Jabar, Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar bersama sejumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus, bertempat di Gedung Sate Bandung pada Rabu (3/9/2025).
Dalam pertemuan itu, para mahasiswa dipersilahkan untuk menyampaikan seluruh tuntutannya. Satu persatu para mahasiswa menyampaikan berbagai keresahannya mulai dari kritik keras terhadap tindakan represif aparat saat pengamanan aksi, hingga pengesahan RUU perampasan aset, tunjangan DPR, hingga sejumlah persoalan kedaerahan.
Dalam pertemuan tersebut, KDM hadir dengan memposisikan diri sebagai orang tua yang harus senantiasa mengayomi anaknya serta mendengar segala keluh kesah yang ada.
"Gubernur hadir sebagai orang tua. Namanya anak muda, namanya mahasiswa, semangatnya luar biasa," ujar Kang Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Gelombang Aksi Meningkat, Kepala Daerah Diminta Fokus Ciptakan Stabilitas Sosial
KDM juga menegaskan bahwa ada sejumlah permasalahan besar di Jawa Barat yang harus segera diselesaikan. Hal tersebut menurutnya penting untuk melibatkan perguruan tinggi sebagai dukungan dalam membangun Jawa Barat istimewa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sinergi HMTI dan HMM STT Wastukancana: Diki Firmansah & Divisi Kerohanian Dorong Budaya Berbagi Mahasiswa
- 2Aksi Nyata Mahasiswa Purwakarta: HMTI dan HMM STT Wastukancana Gelar Kajian dan Santunan
- 3Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 4ATS di Jawa Barat Turun 138.989 Anak, Pangandaran Catat Penurunan Tertinggi
- 5Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 6Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 7Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 8Aksi Nyata Mahasiswa Purwakarta: HMTI dan HMM STT Wastukancana Gelar Kajian dan Santunan





