Jabar

Kopdes Merah Putih: Simbol Kemandirian Ekonomi Desa

| 13 Agustus 2025, 21:23 WIB
Kopdes Merah Putih: Simbol Kemandirian Ekonomi Desa

AKURAT JABAR - Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi program inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh penjuru Indonesia.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Adita Irawati mengungkapkan, bahwa KDMP merupakan tonggak baru pembangunan ekonomi nasional yang berbasis pada kekuatan desa.

"Kopdes Merah Putih menjadi langkah monumental menandai era baru pembangunan nasional berbasis desa," kata Adita dalam keterangan persnya, pada Rabu (13/8/2025).

Baca Juga: Wakil Ketua DPR Minta Kopdes dan Kelurahan Merah Putih Tak Matikan Para Pelaku Usaha Lokal

Menurutnya, Kopdes memberi kewenangan secara penuh kepada rakyat dalam mengelola sumber daya mereka secara mandiri, sebagai bentuk nyata dari kemandirian ekonomi bagi masyarakat desa.

Dalam momentum Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Kopdes dipandang sebagai simbol dari kedaulatan ekonomi rakyat yang semakin berdaya.

"Kopdes Merah Putih membuat masyarakat desa menikmati kemerdekaan di bidang ekonomi," ucap Adita.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Luncurkan 80 Ribu Lebih Kopdes Merah Putih: Sebagai Sarana Kedaulatan Bangsa

Ia memaparkan bahwa koperasi tersebut menjadi jembatan dari sistem bantuan sosial menuju ekonomi desa yang produktif dan berkelanjutan.

Transformasi ini dinilai sangat penting dalam mengatasi permasalahan mendasar yang masih membelenggu setiap desa dan kelurahan.

Sebagai contoh, 90 persen hasil tangkapan ikan belum bisa disimpan secara baik dan efisien. Sementara, dari 50 ribu desa lebih masih belum memiliki layanan kesehatan yang memadai.

Baca Juga: Bentrok Kopdes Merah Putih dan BUMDes, Mendes Yandri: Tidak Akan Saling Meniadakan, Jalan Terus!

Selain itu, sekitar 70 persen desa dan kelurahan belum tersentuh koperasi sebagai lembaga ekonomi lokal. Ada sebanyak 5 juta UMKM, juga masih terjerat rentenir akibat keterbatasan akses keuangan yang adil.

Di sisi lain, ada lebih dari 31 ribu koperasi belum memiliki toko sembako yang mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari, serta lebih dari separuh desa belum memiliki fasilitas sarana produksi pertanian dan usaha rakyat.

Sebagai respons atas berbagai tantangan tersebut, Presiden Prabowo secara resmi membentuk 80.081 Kopdes Merah Putih pada tanggal 21 Juli 2025 lalu.

Baca Juga: Zulhas: Modal Awal Kopdes Merah Putih Sebesar 3 Miliar, Tidak Ada Pembagian Uang Gratis!

Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih tersebut memiliki tujuan untuk membangun sistem ekonomi desa yang mandiri, adil, dan inklusif secara nasional.

“Lebih dari 80 ribu koperasi ini adalah upaya konkret memperpendek rantai distribusi,” ungkap Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini, secara langsung dapat mengakses bahan-bahan pokok seperti sembako, obat-obatan, serta pupuk.

Baca Juga: Zulhas dan KDM Luncurkan Pembentukan Kopdes Merah Putih Provinsi Jawa Barat, Dorong Kemandirian Masyarakat Desa

Program tersebut merupakan implementasi dari Asta Cita ketiga Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan koperasi sebagai motor utama penggerak ekonomi rakyat di desa.

Baca Juga: Ditunjuk Presiden Jadi Ketua Satgas Kopdes Merah Putih, Zulhas: Siap Kembangkan Ekonomi Desa

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.