Bentrok Kopdes Merah Putih dan BUMDes, Mendes Yandri: Tidak Akan Saling Meniadakan, Jalan Terus!

AKURAT JABAR - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan, bahwa antara BUMDes dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih itu berbeda.
Mendes Yandri Susanto kemudian menjelaskan bahwa antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih itu salah satunya adalah memiliki perbedaan dari sumber anggarannya.
"Antara BUMDes sama Koperasi Desa Merah Putih ini beda sumber pendanaannya, beda sekali. Tadi kalau Koperasi Desa Merah Putih mengajukan pinjaman kepada Bank Himbara, diverifikasi baru dikeluarkan," ujarnya.
Baca Juga: Percepat Pembentukan Kopdes Merah Putih, Bagaimana dengan Nasib BUMDes?
Hal ini disampaikan Yandri saat menghadiri acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Jawa Barat di Hall Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (15/5/2025).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan jajaran, para Kepala Daerah Kabupaten dan Kota, serta para Camat dan Kepala Desa se-Jawa Barat.
Hal tersebut ia sampaikan untuk menanggapi sejumlah pertanyaan dari Kepala Desa terkait keberadaan BUMDes di tempatnya, dengan kemunculan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Baca Juga: Murah! Akta Notaris Kopdes Kelurahan Merah Putih Dinego Menkop Budi Arie
Yandri kemudian mengungkapkan, bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tidak akan mematikan usaha BUMDes yang telah berjalan cukup lama.
"Bagaimana dengan keberadaan BUMDes, arahan Bapak Presiden, BUMDes jalan terus, Koperasi Desa jalan terus. Jadi tidak akan ada saling meniadakan," jelasnya.
Adapun bagi Desa yang telah memiliki usaha melalui BUMDes - Yandri melanjutkan, agar berjalan sebagaimana mestinya tanpa harus terganggu oleh keberadaan Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: Zulhas: Modal Awal Kopdes Merah Putih Sebesar 3 Miliar, Tidak Ada Pembagian Uang Gratis!
"Yang sudah punya usaha BUMDes jalan terus. Contoh kemarin di Pandeglang, BUMDes punya usaha ekspor ikan mas koki, jalan terus," ucapnya.
Yandri juga memberikan beberapa contoh lain, seperti BUMDes di Banyumas yang telah mengekspor produksi gula kelapa, kemudian BUMDes di Kabupaten Bandung sebagai pemenang BUMDes. Keduanya ia tegaskan untuk terus berlanjut.
Sedangkan pada Kopdes Merah Putih beberapa unit usaha yang telah disiapkan, dengan tujuan untuk memotong rantai pasokan sembako yang panjang.
"Tadi kan Kopdes punya usaha gas LPJ, sembako, apotek, klinik, gabah, pupuk, itu kan lain lagi," imbuhnya.
Yandri menegaskan bahwa BUMDes dan Kopdes Merah Putih dipastikan tidak akan terjadi benturan. Ia juga memastikan, keduanya tidak akan mematikan usaha satu dengan yang lainnya.
"Jadi, bapak ibu Kementerian Desa dan PDT sekarang sedang membuat dan nanti akan kami edarkan, hubungan koordinasi atau kerjasama antara BUMDes sama Koperasi Desa Merah Putih," terangnya.
Baca Juga: Ditunjuk Presiden Jadi Ketua Satgas Kopdes Merah Putih, Zulhas: Siap Kembangkan Ekonomi Desa
Yandri meyakini antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mensejahterakan masyarakat desa dengan cara memperkuat ekonomi di seluruh desa/kelurahan se-Indonesia.
"Dan Haqqul yakin antara BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih itu tujuannya sama, untuk mensejahterakan rakyat di desa bapak ibu semua," tandas Mendes dan PDT Yandri Susanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





