Jabar

Pelantikan HMI dan Kohati Purwakarta Periode 2025–2026: Perkuat Kaderisasi dan Kolaborasi, Siap Hadapi Tantangan Zaman

| 9 Agustus 2025, 23:22 WIB
Pelantikan HMI dan Kohati Purwakarta Periode 2025–2026: Perkuat Kaderisasi dan Kolaborasi, Siap Hadapi Tantangan Zaman

AKURAT JABAR - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Purwakarta Periode 2025-2026 dan Pengurus Korps HMI Wati Cabang Purwakarta Periode 2025-2026 resmi dilantik di Aula Maya Datar, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (9/8/2025).

Pelantikan HMI dan Kohati Cabang Purwakarta ini menjadi tanda dimulainya estafet kepemimpinan di dalam roda organisasi kemahasiswaan Islam terbesar dan tertua di negeri ini.

Dengan mengangkat tema 'HMI Sebagai Episentrum Intelegensia: Merawat Khittah, Menguatkan Kolaborasi, Memberdayakan Kader' menjadi spirit kepengurusan HMI Cabang Purwakarta yang baru dalam mengejawantahkan peranannya di tengah tantangan umat dan bangsa.

Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta Muhamad Asep Budiana, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kepengurusannya saat ini mengangkat tagline 'HMI Kolektif' sebagai episentrum gerakan moral yang mengedepankan peranannya sebagai mitra pembangunan dan mitra kritis.

"HMI Cabang Purwakarta siap berkolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk pemerintah dalam membangun Kabupaten Purwakarta lebih istimewa dalam menjawab problematika sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Purwakarta Bangun Sinergitas dan Kolaborasi bersama Polres Purwakarta

Disamping itu, ia juga menegaskan bahwa HMI Cabang Purwakarta juga siap menjadi mitra kritis pemerintah terhadap segala kebijakan yang dinilai tidak selaras dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, langkah kolaborasi tersebut menjadi penting untuk menjawab tantangan ke depan. Ia meyakini bahwa pembangunan daerah dapat terwujud dengan adanya kolaborasi.

"Kebijakan yang baik harus kita dukung, kebijakan yang kurang baik juga harus kita kritisi. Tugas kita adalah mengingatkan agar seluruh niat baik pemerintah berjalan dengan baik," tegasnya.

Muhamad Asep Budiana yang merupakan mahasiswa asal STT Wastukancana Purwakarta tersebut juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam membangun kaderisasi yang lebih baik.

Baca Juga: Bupati Om Zein Resmikan Sekretariat HMI Cabang Purwakarta, Perkuat Basis Gerakan Intelektual, Keislaman dan Pengabdian Sosial

"Dengan motto beriman, berilmu dan beramal, HMI juga memiliki fungsi sebagai organisasi kader. Untuk itu, kaderisasi HMI di Purwakarta juga perlu ditingkatkan melalui proses pengembangan intelektual kader dan kerja-kerja sosial yang relevan dengan kondisi zaman saat ini," ucapnya.

Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam membantu kelancaran pelantikan tersebut, khususnya para alumni HMI (KAHMI).

Muhamad Asep Budiana - yang akrab disapa Abet - juga menyampaikan apresiasinya terhadap Ketua Umum HMI demisioner Farhan Achmad Fansauri, serta Kohati Cabang demisioner Nursafitri, atas segala kiprah dan dedikasinya terhadap perkembangan HMI dan Kohati di Purwakarta.

Sementara Ketua Umum Badan Kordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Barat Siti Nurhayati Barsasmy berharap pengurus yang telah dilantik dapat mengemban tugas fungsi dan tanggungjawab organisasi lebih baik lagi, khususnya dalam konteks kaderisasi.

Baca Juga: Aktivis HMI Jabar Kritisi Revisi RUU TNI, Dinilai Hidupkan Kembali Dwifungsi ABRI

"Jabatan itu bukan hadiah, akan tetapi sebagai amanah yang harus bisa dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat. Kepengurusan hari ini harus bisa mengemban visi mulia organisasi yang sesuai dengan koridor keislaman dan kebangsaan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengurus HMI cabang Purwakarta ke depan, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, sesuai dengan algoritma saat ini.

"Kenapa hari ini HMI tidak punya lokus atau fokus di tingkat daerah ataupun di provinsi, karena kita sudah masuk ke fenomena Goldfish Attention Span," kata Barsasmy.

Goldfish Attention Span sendiri merupakan fenomena di mana rentang fokus manusia lebih pendek (8 detik) dibandingkan dengan ikan mas (9 detik).

Baca Juga: Dinilai Ancam Demokrasi, Badko HMI Jabar Tolak RUU Polri

Hal ini disebabkan oleh perkembangan media sosial yang tidak bisa luput dari aktivitas kehidupan manusia. Sehingga apa yang dikerjakan saat ini kehilangan esensi dan maknanya.

"Untuk itu, kita harus beradaptasi bagaimana kecanggihan-kecanggihan algoritma digital ini memberikan tontonan kepada kita, tetapi dapat dijadikan alat bagaimana HMI menjadi tuntutan bagi umat dan bangsa," tegasnya.

Fenomena ini, lanjut Barsasmy - juga dimodifikasi oleh pemangku kebijakan melalui berbagai kebijakan yang tidak relevan dengan kepentingan masyarakat itu sendiri.

"Jadi, algoritma ini kepentingannya bukan memberikan hal-hal yang bernilai, tapi memberikan apa yang menjadi atensinya semakin lama," jelasnya.

Baca Juga: Ancam Supremasi Sipil, BADKO HMI Jawa Barat Tolak Revisi UU TNI

Untuk itu, ia mendorong agar HMI mampu melihat kondisi tersebut secara terbuka dan secara literasi. Ia optimis melalui kolektivitas pengurus terlantik saat ini dapat memberikan makna yang berarti, baik dalam dinamika organisasi maupun sosial kemasyarakatan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI Muhammad Jusrianto. Ia mengatakan bahwa era konvensional ke posmodern memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan.

Sehingga, kata Jusrianto - HMI Cabang Purwakarta harus mampu membaca tanda-tanda zaman dan menjawab segala tantangannya.

Hal itu dapat dijawab melalui tiga hal, yakni memperkuat literasi, emosional dan yang lebih penting memperkuat spiritual. Menurutnya, pendekatan melalui perjalanan spiritual mampu memperkuat daya konsentrasi.

Baca Juga: Lewotobi Meletus, Ketua Bidang  Pariwisata PB HMI Nur Ghina Muslimah Minta Kemenpar Integrasikan Sistem Mitigasi

"Tidak dapat dipungkiri, tri komitmen HMI, seolah-olah mengalami kepudaran. Apakah ini dipengaruhi oleh perkembangan zaman, atau dipengaruhi oleh kita yang semestinya sadar akan tri komitmen HMI yaitu ke-Islaman, keintelektualan dan ke-Indonesiaan," ucap Jusrianto dalam sambutannya.

Ia berharap HMI Cabang Purwakarta mampu melahirkan kembali sosok pemimpin seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein sebagai alumni yang patut dicontoh oleh kader HMI.

Kader HMI, kata Jusrianto - perlu belajar pada senior-senior terdahulu, termasuk Kang Dedi Mulyadi yang saat ini menjadi Gubernur Jawa Barat dan Saepul Bahri Binzein sebagai Bupati Purwakarta.

"Saya dengar, gubernur Jawa Barat dan Bupati Purwakarta itu satu generasi. Kalau kita melihat perjalanan Kang Dedi misalnya, yang dulunya membangun HMI Cabang Purwakarta, saya kira mereka kuat secara diskursus, kuat secara literasi," tuturnya.

Baca Juga: PB HMI Desak Pemerintah Perkuat Industri Baja Nasional Demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%

"Sehingga hari ini, mereka bisa menjawab tantangan-tantangan sosial dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial dengan menggunakan kekuasaannya," imbuhnya.

Untuk itu ia menekankan agar keberadaan tokoh-tokoh besar HMI menjadi inspirasi dan motivator kader dalam memacu kekuatan literasi dan membangun komitmen ke-Islaman HMI.

Acara pelantikan tersebut berjalan khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, baik dari unsur Forkopimda, Koordinator Presidium MW KAHMI Jabar Prof Fauzan Ali Rasyid, Presidium MD KAHMI Purwakarta, para alumni HMI Purwakarta, PB HMI, pengurus BADKO HMI Jabar, serta OKP dan Ormawa se-Kabupaten Purwakarta.

Sementara, Presidium MD KAHMI Purwakarta Iwan Setiawan berharap HMI Cabang Purwakarta ke depan dapat mengaktualisasikan mission HMI melalui program kerjanya secara nyata. 

Baca Juga: Sah! Ahmad Likli Manopo Jadi Ketua Umum SEMMI Purwakarta Periode 2025-2026

"Saya berharap hal itu dapat diaktualisasikan dan menjadi suatu proses pengkaderan baik adik-adik HMI di Cabang maupun di Komisariat," ujarnya saat memberikan sambutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.