Jabar

PB HMI Desak Pemerintah Perkuat Industri Baja Nasional Demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%

| 10 Juni 2025, 15:39 WIB
PB HMI Desak Pemerintah Perkuat Industri Baja Nasional Demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%

AKURAT JABAR - Jakarta, 10 Juni 2025 —
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) secara tegas menyerukan pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis dalam memperkuat industri baja nasional. Menurut PB HMI, sektor baja adalah pondasi utama pembangunan ekonomi Indonesia, yang memiliki peran vital dalam sektor infrastruktur, manufaktur, konstruksi, hingga teknologi tinggi.

“Industri baja adalah kunci. Jika dikelola dengan benar, sektor ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” tegas Sekretaris Jenderal PB HMI, Muh Jusrianto, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/6).

Kecemasan Terhadap Deindustrialisasi Prematur
PB HMI menyuarakan keprihatinan atas tren deindustrialisasi prematur yang semakin nyata di Indonesia. Data menunjukkan kontribusi sektor industri manufaktur terhadap PDB menurun drastis dari 32% (2002) menjadi hanya 18,98% pada 2024.

Jusrianto menilai salah satu penyebab utama adalah lemahnya kapasitas produksi baja nasional, yang hanya mencapai 17 juta ton per tahun, jauh dari proyeksi kebutuhan 21 juta ton pada 2025, berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Ketergantungan Impor dan Ancaman Baja Murah China
“Kita masih bergantung pada baja impor, terutama dari Tiongkok. Ini sangat membahayakan industri baja dalam negeri,” jelas Jusrianto.

Masifnya impor baja murah dari China memperburuk situasi, terlebih setelah Amerika Serikat menaikkan tarif impor baja, membuat produsen China mencari pasar alternatif seperti Indonesia. Akibatnya, pasar dalam negeri tertekan dan industri baja lokal sulit tumbuh secara mandiri.

Rekomendasi PB HMI: Roadmap & Kebijakan Perlindungan Nasional
PB HMI menilai pemerintah harus bertindak cepat dengan pendekatan kebijakan yang sistematis. Mereka mendorong penyusunan “Peta Jalan Industri Baja Nasional” yang mencakup:

Kebijakan perdagangan dan proteksi (safeguard & antidumping)

Insentif fiskal dan akses pembiayaan industri

Integrasi hulu-hilir industri baja

Investasi teknologi dan efisiensi produksi energi

“Sebelum tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo berakhir, kami harap ada intervensi nyata untuk melindungi industri baja strategis,” ujar Jusrianto.

Dukungan Khusus untuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
PB HMI juga menekankan pentingnya penguatan PT Krakatau Steel sebagai BUMN strategis di sektor baja. Organisasi ini mendesak dukungan melalui:

Suntikan modal dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Danareksa

Peningkatan sinergi Krakatau Steel dengan swasta nasional

Perbaikan internal dan efisiensi manajemen

“Krakatau Steel harus menjadi pilar utama reindustrialisasi. Jangan sampai merugi puluhan triliun lagi. Pemerintah harus hadir sebagai aktor strategis, bukan sekadar regulator,” tegasnya.

Industri Baja sebagai Pilar Reindustrialisasi Nasional
PB HMI menyimpulkan bahwa pemerintah wajib berperan sebagai fasilitator, pelindung, dan pendorong kemajuan industri baja Indonesia. Dalam jangka panjang, industri baja yang kuat akan membuka jalan bagi ekonomi berbasis manufaktur, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan daya saing global.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam adalah organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yang berkomitmen terhadap keadilan sosial, kemandirian ekonomi, dan pembangunan nasional berbasis nilai keislaman dan keindonesiaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.