Jabar

Gelar Pendidikan Karakter Barak Militer Gelombang Dua, Sekda Jabar: Semua Anak Hebat!

| 10 Juni 2025, 07:00 WIB
Gelar Pendidikan Karakter Barak Militer Gelombang Dua, Sekda Jabar: Semua Anak Hebat!

AKURAT JABAR - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan Pendidikan Karakter Panca Waluya Jawa Barat Istimewa gelombang dua di barak militer.

Sebanyak 72 siswa tingkat SMA yang terdiri dari berbagai sekolah di Jawa Barat ini mengikuti program pendidikan karakter yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Para siswa tersebut berasal dari Kabupaten dan Kota di Wilayah Jawa Barat. Mereka akan mengikuti pelatihan karakter, pendisiplinan dan bela negara di Dodik Bela Negara Resimen Induk Daerah Militer III/Siliwangi Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Respon Cepat Siswi di Cirebon yang Diduga Nekad Bunuh Diri Karena Putus Sekolah Akibat Tak Ada Biaya

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan bahwa anak-anak pada dasarnya memiliki kehebatannya sendiri yang jarang diketahui oleh orang tuanya.

"Anak-anak itu pada dasarnya hebat, tidak ada anak yang tidak hebat. Semua anak hebat!" Ujar Herman saat memberikan motivasi kepada 72 peserta pendidikan karakter di Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/6/2025).

"Kebanyakan dari kita (orang tua) tidak faham atau tidak tahu kehebatan anak-anak kita. Sehingga kesannya 'budak teh kurang ieu, kurang itu' (anaknya kurang ini dan itu)," imbuhnya.

Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Om Zein Bupati Purwakarta Kirim Lagi 45 Siswa ke Barak Militer untuk Bangun Pendidikan Karakter

Padahal - lanjut Herman, dalam ilmu psikologi kemampuan anak terbagi ke dalam tiga aspek, yakni kognitif (kecakapan berfikir), afektif (kemampuan mentalitas) dan psikomotorik (kemampuan bertindak).

"Semua anak itu hebat, tetapi tidak ada yang sempurna. Jadi, hebat itu bukan hanya pintar di urusan pelajaran. Itu hanya salah satunya, hanya 20 persen," jelas Herman.

Sedangkan - kata Herman, sebesar 80 persennya lagi merupakan kemampuan afektif dan psikomotorik anak-anak. Maka program tersebut hadir untuk menjawab kekurangan itu.

Baca Juga: Program Pendidikan di Barak Militer Berakhir, Orang Tua Siswa Sampaikan Ini Kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

"Kalau di Sunda, ada yang namanya Panca Waluya, yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), tur singer (dan mawas diri)," terangnya.

"Nah, kalian di sini dilatih agar menjadi generasi Panca Waluya. Bukan diajari untuk perang, tapi diajari disiplin," tegas Sekda Herman.

Ia menambahkan dengan mengingatkan, bahwa seluruh peserta pendidikan karakter memiliki peluang yang sama untuk bisa berubah, siapapun dan dari manapun latarbelakang orang itu berada.

Baca Juga: Harkitnas 2025, KDM: Dari Program Barak Militer, Hingga Kebangkitan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa

"Untuk sukses tergantung diri sendiri. Kalian punya niat dan kesungguhan, kalian bisa sukses. Sukses milik kita semua, yakinkan itu," tegas Herman.

"Hidup cuma satu kali, tidak bisa terulang kembali. Cerita-cerita yang lalu, tinggalkan. Tinggal membuat cerita baru yang baik, membuat bangga orang tua," tandas Sekda Jabar Herman Suryatman.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto menilai, para siswa yang dikirim ke barak militer tersebut memiliki potensi yang sangat istimewa.

Baca Juga: Bongkar Area Parkir! Kadisdik Jabar Purwanto Lakukan Penataan Lingkungan Sekolah di Subang, Jadikan Sekolah Pusat Peradaban

"Mereka perlu pengondisian yang mungkin selama ini tidak didapatkan di rumah atau masyarakat. Kekosongan itu yang akan kita isi di Dodik," ujar Purwanto.

Hal itu ia ungkapkan saat penyerahan peserta program pendidikan karakter kepada Komandan Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi Letkol INF Ustadzi Rahmad di Cikole Lembang, Minggu (8/6/2025).

"Hari ini kita serahkan anak-anak ke Dodik setelah melalui prosedur persetujuan orang tua yang dikoordinasikan oleh Cabang Dinas Pendidikan dan sudah kita serahkan untuk mengikuti pelatihan penguatan karakter," kata Kadisdik.

Baca Juga: Kunjungi SLBN A Pajajaran, Kadisdik Jabar Berikan Siswa Hadiah Tas dan Sepatu dari Gubernur Dedi Mulyadi

Peserta didik tersebut - lanjut Purwanto, akan diberikan pendidikan berupa pelatihan karakter dan kedisiplinan dengan pembiasaan diri menjalankan rutinitas yang baik di barak militer.

"Seperti, bangun pagi, salat bareng, makan bareng, olahraga bareng, belajar bareng, belajar kesigapan, kedisplinan, kebersihan, dan peduli pada diri sendiri," jelasnya.

Kadisdik Purwanto berharap, dalam pelaksanaan pendidikan karakter gelombang dua tersebut, dapat berjalan lancar dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Ia juga mendoakan seluruh peserta agar diberikan kesehatan.

Baca Juga: Pelatihan Pelajar di Barak Militer Purwakarta Berakhir, Bupati Om Zein: Perketat Program Pendidikan Selanjutnya

Di pihak lain, Komandan Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi Letkol INF Ustadzi Rahmad, menegaskan bahwa Pendidikan Karakter yang akan diikuti oleh para siswa tersebut bukanlah pendidikan untuk mencetak mereka jadi tentara.

"Tidak akan dididik jadi tentara, jangan khawatir," tegas Letkol INF Ustadzi.

Ia menyebut, porsi pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi tersebut memfokuskan pelatihan pada penguatan membangun kebiasaan baik para siswa.

Baca Juga: KPAI Rilis Temuan Pengawasan Program Pendidikan Barak Militer, Ketua LPAI: Jangan Gengsi untuk Jadikan Gerakan Nasional

"Kita bangun pembiasaan baik, porsi (pendidikan) sudah kita tentukan dan sesuaikan untuk putra-putri bapak/ibu (orang tua/wali) sekalian," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.