Jabar

Israel-Hamas Capai Titik Sepakat: Sandera Dibebaskan, Penarikan Bertahap Militer Israel dari Gaza

| 11 Oktober 2025, 23:54 WIB
Israel-Hamas Capai Titik Sepakat: Sandera Dibebaskan, Penarikan Bertahap Militer Israel dari Gaza

AKURAT JABAR - Pemerintah Israel secara resmi meratifikasi kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok militan Hamas terkait genosida yang terjadi di Gaza, pada Jumat (10/10/2025) pagi.

Perjanjian ini membuka peluang dihentikannya pertempuran di Gaza dalam waktu 24 jam, diikuti dengan proses pembebasan sandera Israel dalam waktu 72 jam setelahnya.

Melansir laporan Reuters, Kabinet Israel memberikan lampu hijau terhadap kesepakatan ini sehari setelah para mediator mengumumkan hasil negosiasi. 

Baca Juga: Gencatan Senjata atau Genosida Tertunda? 20 Poin Proposal Trump untuk Gaza Tuai Pro-Kontra

Isi kesepakatan tersebut mencakup pertukaran antara sandera Israel dengan tahanan Palestina, serta penarikan bertahap pasukan militer Israel dari wilayah Gaza.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya diplomatik yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang tengah berlangsung selama dua tahun di wilayah tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pemerintah mendukung rencana pembebasan seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Baca Juga: Israel Deportasi Greta Thunberg dan Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Usai Cegat Armada Kemanusiaan ke Gaza

Perjanjian tersebut mendapatkan sambutan hangat positif dari masyarakat Israel dan warga Palestina, yang dianggap sebagai langkah penting menuju berakhirnya konflik. 

Hamas pun menyatakan kesediaannya untuk menerima jaminan dari Amerika Serikat dan berbagai mediator internasional bahwa perang benar-benar akan berakhir.

Menurut seorang juru bicara pemerintah Israel, gencatan senjata akan mulai diberlakukan dalam waktu 24 jam sejak pengesahan. Sementara, pembebasan sandera akan dilakukan tiga hari setelahnya.

Baca Juga: Israel Deportasi 137 Aktivis Global Sumud Flotilla ke Turki Usai Dibajak Saat Pelayaran dalam Misi Kemanusiaan Menuju Gaza

Sebagai bagian dari implementasi perjanjian yang dijalankan, truk-truk bantuan yang membawa makanan dan pasokan medis akan mulai memasuki Gaza guna membantu ratusan ribu warga terdampak.

Kesepakatan tersebut juga mendapat dukungan luas dari berbagai negara, baik Arab maupun negara-negara Barat.

Jika berhasil dilaksanakan sepenuhnya, kesepakatan ini akan menjadi tonggak penting dalam menciptakan stabilitas di wilayah Gaza.

Baca Juga: Pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB: Hentikan Tragedi di Gaza, Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian

Perjanjian tersebut juga menandai keberhasilan besar dalam upaya yang dilakukan oleh Presiden Trump untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.