Jabar

IEU-CEPA Disepakati, Presiden Prabowo: Tarif Impor Nol Persen, Terobosan Baru Indonesia Dalam Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa

| 14 Juli 2025, 20:06 WIB
IEU-CEPA Disepakati, Presiden Prabowo: Tarif Impor Nol Persen, Terobosan Baru Indonesia Dalam Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa

AKURAT JABAR - Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan berkaitan dengan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IEU-CEPA) setelah proses negosiasi yang berlangsung alot selama hampir 10 tahun.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa perjanjian ini akan menjadi dasar bagi kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan UE.

Dalam kesempatan ini, hampir seluruh produk barang impor yang berasal dari Negara Indonesia ataupun dari Uni Eropa akan dikenakan tarif nol persen.

Baca Juga: Bantah Tarif Tambahan Impor 32 Persen untuk Indonesia: Menko Perekonomian Airlangga Sebut Negosiasi Berjalan Positif

"Setelah 10 tahun negosiasi hari ini kita breakthrough, semua titik-titik persoalan sudah kita selesaikan," ungkap Presiden Prabowo dalam keterangan persnya saat berada di Brussels, Belgia, pada Minggu (13/7/2025). 

"Jadi kita punya perjanjian komprehensif ekonomi partnership agreement antara Indonesia dan Uni Eropa, ini adalah free trade agreement," sambungnya.

Presiden Prabowo juga menuturkan, kehadiran IEU-CEPA berefek positif pada hampir seluruh tarif perdagangan antara Indonesia-UE menjadi nol persen.

Baca Juga: Prabowo Undang Presiden Brasil ke Indonesia, Lula da Silva Janji Akan Gandeng Pengusaha

Dengan demikian, Presiden menilai bahwa hal tersebut merupakan langkah baru bagi kemajuan Indonesia di sektor kerjasama perdagangan. 

"Hampir semua tarif kita sudah selesai ya, hampir semuanya nol persen. Jadi ini saya tekankan terobosan baru," terang Presiden lebih lanjut lagi.

IEU-CEPA ini, tegas Presiden Prabowo - akan memberikan peluang akses yang begitu sangat besar terhadap Indonesia ke Uni Eropa.

Baca Juga: Trump Ancam Indonesia dengan Tarif 32 Persen, Tantangan Besar di Sektor Perdagangan

Menurut Presiden, hal itu dikarenakan UE memiliki tingkat populasi tinggi diangka ratusan juta jiwa dan memiliki kekuatan ekonomi yang begitu besar di tingkat global. 

"Uni Eropa pasar yang sangat besar, jumlah penduduk 460 juta lebih. Total GDP mereka sangat besar, perdagangan mereka juga sangat besar," tukasnya. 

Presiden Prabowo bahkan mengungkapkan, bahwa hal tersebut menjadi momen yang sangat bersejarah dan strategis di tengah kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian.

Baca Juga: BRICS Ancam Balik Presiden Trump Imbas Tarif Tambahan 10 Persen, Tegaskan Kedaulatan Ekonomi Global

Dengan terwujudnya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), menjadikan Indonesia memiliki peluang alternatif mitra dagang yang kuat serta dapat diandalkan.

Baca Juga: Trump Ancam Tarif Tambahan Terhadap Sejumlah Negara Pendukung BRICS, Disinyalir Dukung Kebijakan Anti Amerika

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.