Jabar

Bantah Tarif Tambahan Impor 32 Persen untuk Indonesia: Menko Perekonomian Airlangga Sebut Negosiasi Berjalan Positif

| 14 Juli 2025, 13:55 WIB
Bantah Tarif Tambahan Impor 32 Persen untuk Indonesia: Menko Perekonomian Airlangga Sebut Negosiasi Berjalan Positif

AKURAT JABAR - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, membantah informasi mengenai adanya penambahan tarif impor yang dilakukan Amerika Serikat kepada Indonesia.

Menko Airlangga menerangkan bahwa penetapan tarif impor sebesar 32 persen untuk Indonesia untuk sementara waktu masih ditangguhkan.

"Jadi pertama, tambahan (tarif) itu tidak ada. Yang kedua, waktunya adalah kita sebut pause, jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada," ujar Airlangga, ketika berada di Brussel, Belgia, pada Sabtu (12/7/2025).

Baca Juga: BRICS Ancam Balik Presiden Trump Imbas Tarif Tambahan 10 Persen, Tegaskan Kedaulatan Ekonomi Global

Airlangga menyampaikan bahwa, telah mencapai kesepakatan dalam pertemuannya dengan US Secretary of Commerce Howard Lutnick. Termasuk dengan United States Trade Representative Jamieson Greer, pada Rabu (9/7/2025).

Ia juga menyebut bahwa usulan dari Indonesia telah diterima untuk diproses lebih lanjut. Hal ini menunjukkan adanya peluang positif untuk Indonesia.

"Menyepakati bahwa apa yang diusulkan oleh Indonesia berproses lanjutan. Jadi tiga minggu ini diharapkan finalisasi," imbuhnya.

Baca Juga: Trump Ancam Indonesia dengan Tarif 32 Persen, Tantangan Besar di Sektor Perdagangan

Upaya negosiasi panjang yang diambil oleh Indonesia pasca pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pemberlakuan tarif impor 32 persen.

Kebijakan tarif impor tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2025 yang mencakup sejumlah negara.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Trump menjelaskan bahwa alasan terhadap keputusan tersebut diambil karena adanya ketidakseimbangan hubungan dagang. 

Baca Juga: Trump Ancam Tarif Tambahan Terhadap Sejumlah Negara Pendukung BRICS, Disinyalir Dukung Kebijakan Anti Amerika

Meski demikian Presiden Trump menegaskan bahwa sejatinya Amerika Serikat dan Indonesia sebenarnya merupakan mitra dagang yang begitu erat.

Baca Juga: Tarif Trump Ancam Berbagai Negara Mitra Dagang: Ketidakpastian Bayangi Negosiasi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.