Jabar

Revolusi Demokrasi Desa: Pilkades Digital Karawang Hemat Biaya 90 Persen dan Minimalkan Anggaran

| 1 Januari 2026, 07:00 WIB
Revolusi Demokrasi Desa: Pilkades Digital Karawang Hemat Biaya 90 Persen dan Minimalkan Anggaran

AKURAT JABAR – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Karawang pada Minggu (28/12/2025) berhasil mencuri perhatian nasional.

Pesta demokrasi tingkat desa ini tidak hanya sukses bertransformasi ke sistem digital, tetapi juga mencatatkan efisiensi anggaran yang luar biasa serta pelayanan yang sangat humanis.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, bersama Kepala DPMDesa Jabar, Ade Afriandi, meninjau langsung proses pemungutan suara elektronik di sejumlah desa penyelenggara.

Hasilnya, sistem pemilihan digital ini terbukti mampu memangkas biaya birokrasi secara signifikan.

Baca Juga: Pemprov Jabar Tetap Gelar Pilkades Digital Meski Anggaran Terbatas, Akan Dimulai Desember Mendatang

 

Hemat Anggaran 90 Persen: Dari Rp25 Juta Menjadi Rp2,5 Juta

Ono Surono menyebut kolaborasi Pemprov Jabar dan Pemkab Karawang ini sebagai tonggak sejarah baru.

Ia menyoroti perbedaan biaya yang sangat mencolok antara metode konvensional dengan sistem elektronik.

“Kami peduli terhadap biaya penyelenggaraan yang selama ini mahal. Satu TPS konvensional bisa memakan biaya Rp25 juta. Dengan sistem digital ini, kita hanya butuh sepersepuluhnya saja atau hemat hingga 90 persen,” ungkap Ono Surono.

Politisi tersebut menegaskan bahwa penghematan dana ini harus kembali kepada rakyat melalui program pembangunan infrastruktur desa.

Ia juga memastikan sistem ini aman karena beroperasi secara offline (tanpa koneksi internet publik), sehingga layak menjadi proyek percontohan nasional untuk Pemilu maupun Pilkada mendatang.

Baca Juga: Jawa Barat Terapkan E-Voting untuk Pemilihan Kepala Desa Serentak

 

Antusiasme Tinggi: Partisipasi Pemilih Tembus 91 Persen

Kesuksesan Pilkades Digital Karawang 2025 juga terlihat dari kedewasaan demokrasi warganya.

Kepala DPMDesa Jabar, Ade Afriandi, mengungkapkan data rekapitulasi sementara yang menunjukkan tingkat kehadiran pemilih di atas rata-rata.

“Di Desa Cadaskertajaya, partisipasi pemilih mencapai angka fantastis 91 persen dari total 2.478 pemilih. Sementara itu, Desa Balongsari mencatat 84,11 persen dan Desa Tanjungmekar mencapai 82 persen,” jelas Ade.

Baca Juga: Rekor Nasional: Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu Jabar Tertinggi, Capai 126 Aduan Sepanjang 2025

 

TPS Inklusif dan Ramah Penyandang Disabilitas

Selain aspek teknologi, panitia juga mendapat apresiasi karena menyediakan fasilitas yang ramah bagi kelompok rentan.

Ade mencontohkan praktik baik di Desa Wanakerta, di mana petugas KPPS menyediakan kursi roda dan layanan jemput bola.

“Petugas sigap membantu lansia dan penyandang disabilitas. Inisiatif kemanusiaan seperti ini sangat patut menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Baca Juga: Perkuat Integritas Pemilu, Bappenas Dorong DKPP Jadi Lembaga Mandiri dan Lepas dari Kemendagri

 

Mencari Pemimpin Visioner untuk Wilayah Industri

Menutup kunjungannya, Ono Surono berharap modernisasi sistem ini mampu melahirkan kepala desa yang berkualitas.

Terlebih, Karawang merupakan wilayah industri yang memiliki tantangan sosial kompleks seperti masalah kemiskinan di tengah pesatnya pabrik.

“Harapan saya, terpilih kepala desa yang visioner. Sosok yang mampu mengoordinasikan peluang industri untuk menyelesaikan permasalahan desa dengan sebaik-baiknya,” pungkas Ono.

Pemprov Jabar optimis bahwa model Pilkades di Karawang ini akan menjadi standar baru demokrasi desa yang praktis, hemat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga: Perkuat Demokrasi, DKPP Dukung Usulan Bappenas Tambah Jumlah Komisioner KPU dan Bawaslu Jadi 9 Orang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.