Tuntaskan Pengabdian Mahasiswa, Pemkab Garut Dorong Pembangunan Berbasis Warga di Giriawas

AKURAT JABAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut resmi menutup Program Bakti Desa 2026 di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Senin (26/1/2026).
Langkah ini menjadi upaya nyata pemerintah dalam mendorong solusi pembangunan yang lahir langsung dari kebutuhan masyarakat desa.
Sekretaris Kecamatan Cikajang, Ratu Ayu Wira Pertiwi, memberikan apresiasi tinggi kepada Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan (PMKI) Garut.
Ia menilai pemilihan Desa Giriawas sebagai lokasi pengabdian sangat tepat karena program-program mahasiswa menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga.
Ratu Ayu menegaskan bahwa berbagai kegiatan mahasiswa tersebut memberikan manfaat nyata.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah desa beserta perangkatnya melanjutkan program-program tersebut agar memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca Juga: Hari Ibu ke-97: Wakil Bupati Garut Putri Karlina Ajak Perempuan Garut Perangi Nikah Dini
Perkuat Kepercayaan Sosial Melalui Silaturahmi
Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, menyambut baik kontribusi para mahasiswa. Menurutnya, keterbukaan desa terhadap pengabdian ini sejalan dengan konsep membangun wilayah melalui kekuatan silaturahmi antara warga dan pemuda.
Berdasarkan penjelasan Deni, pendekatan silaturahmi terbukti efektif memperkuat kepercayaan sosial di tengah masyarakat.
Alhasil, setiap program kerja desa dapat berjalan lebih lancar, efektif, serta mendatangkan keberkahan bagi seluruh penghuni Giriawas.
Baca Juga: Disdik Jabar Pastikan Belajar Tetap Jalan di Tengah Sengketa Lahan Sekolah Garut 2026
Desa Sebagai Fondasi Pembangunan Nasional
Sementara itu, Ketua Umum PMKI Garut Suni Subagja, menekankan bahwa mahasiswa memegang tanggung jawab sosial untuk menjawab persoalan riil di desa.
Ia meyakini bahwa perubahan nasional yang nyata bermula dari pemenuhan kebutuhan warga di tingkat paling bawah.
Selain itu, Suni berharap Program Bakti Desa ini mampu menumbuhkan empati yang dalam bagi para mahasiswa.
Singkatnya, pengalaman terjun ke lapangan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan kontribusi bagi pembangunan sosial dan fisik di Desa Giriawas.
Sebab, desa yang kuat akan melahirkan bangsa yang hebat. Pada akhirnya, sinergi antara intelektual muda dan perangkat desa menjadi kunci utama agar pembangunan di pelosok Garut berjalan lebih dinamis dan responsif terhadap aspirasi lokal.
Baca Juga: Bupati Garut Tinjau Jalan Pamegatan–Banjarwangi, Pastikan Kesiapan Proyek Perbaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 4Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 5Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos




