Tinjau Lokasi Bencana, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Putuskan Relokasi Warga dan Restorasi Hutan Cisarua

AKURAT JABAR – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Keputusan tersebut muncul setelah pria yang akrab dengan sapaan KDM ini meninjau langsung titik bencana pada Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan pengamatannya, alih fungsi lahan menjadi kebun sayur di perbukitan yang curam memicu kerawanan longsor yang sangat tinggi.
Oleh karena itu, KDM menginstruksikan pengosongan lahan tersebut demi keamanan nyawa masyarakat.
"Kita harus menghutankan kembali daerah ini. Warga wajib pindah karena potensi longsor susulan sangat tinggi. Keselamatan rakyat adalah prioritas utama," tegas KDM di lokasi bencana.
Baca Juga: Duka di Pasirlangu, Longsor Cisarua Bandung Barat Timbun Puluhan Rumah dan Renggut 8 Nyawa
Santunan dan Biaya Kontrak Rumah bagi Korban
Guna meringankan beban warga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skema bantuan finansial yang cepat.
Tentu saja, para penyintas yang kehilangan rumah menerima bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya mengontrak rumah selama dua bulan serta biaya hidup sehari-hari.
Selain itu, Pemda Jabar juga memberikan santunan duka senilai Rp25 juta per kepala keluarga bagi ahli waris korban yang meninggal dunia.
Maka dari itu, fokus pemerintah saat ini terbagi menjadi dua yakni pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan percepatan pencarian korban hilang.
Baca Juga: Gerak Cepat, Dinsos Jabar Pasok Logistik Pengungsi Longsor Cisarua Saat Tim SAR Cari 82 Korban
Update Tim DVI: 16 Kantong Jenazah Ditemukan
Memasuki hari kedua, Minggu (25/1/2026), proses evakuasi mencatatkan penambahan jumlah korban.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra, melaporkan bahwa tim gabungan telah menemukan total 16 kantong jenazah hingga pukul 12.00 WIB.
"Tim DVI saat ini bekerja keras di Puskesmas Pasirlangu. Dari 16 kantong jenazah yang terkumpul, tim medis menemukan potongan tubuh serta jenazah utuh yang sedang dalam proses identifikasi," jelas Hendra.
Berdasarkan data terkonfirmasi, total warga yang terdampak mencapai 113 orang. Alhasil, dengan 23 orang dinyatakan selamat dan 16 kantong jenazah ditemukan, petugas masih terus mencari sekitar 74 warga lainnya yang masih tertimbun material tanah.
Baca Juga: Duel Persib Bandung vs PSBS Biak: Maung Bandung Siap Tempur Sambil Mengenang Duka Longsor KBB
Pencarian Maksimal di Tengah Medan Labil
Singkatnya, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus menyisir lereng Gunung Burangrang menggunakan alat manual dan bantuan anjing pelacak.
Namun demikian, petugas tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian karena kondisi tanah di lokasi masih sangat labil.
Sebab, cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Bandung Barat dapat memicu pergerakan tanah susulan kapan saja.
Pada akhirnya, sinergi antara kebijakan relokasi KDM dan upaya evakuasi tim gabungan menjadi tumpuan harapan bagi pemulihan wilayah Cisarua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





