Pulihkan Trauma, Dinsos Jabar Terapkan Pola Transisi Pengasuhan bagi Anak Korban Kekerasan

AKURAT JABAR – Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) memperkuat langkah Perlindungan Anak Jawa Barat 2026.
Kedua instansi ini tengah melakukan pendampingan intensif terhadap seorang anak korban kekerasan melalui pola transisi pengasuhan di UPTD PPA Provinsi Jawa Barat, Selasa (13/1/2026).
Program ini menyasar anak yang sebelumnya menempati Rumah Aman Pemerintah Provinsi Jawa Barat akibat trauma kekerasan.
Baca Juga: Pemulangan WBS Jawa Barat: Dinsos Jabar Terima 41 Warga Binaan dari DKI Jakarta
Tentu saja, pendamping sosial kini fokus memberikan perlindungan menyeluruh, pemulihan psikososial, serta pendampingan harian guna menghapus dampak buruk pada fisik, mental, maupun sosial anak.
Skema Pengasuhan Bertahap untuk Adaptasi Emosional
Berdasarkan hasil asesmen terbaru, keluarga korban menunjukkan komitmen kuat untuk merawat kembali anak mereka.
Namun, kondisi psikososial keluarga yang masih kompleks menuntut tim ahli untuk menetapkan skema pengasuhan bertahap.
Baca Juga: Dinsos Jabar Bantu Korban Pergerakan Tanah Purwakarta, Sebanyak 108 Warga Harus Mengungsi
Oleh karena itu, tim pendamping merancang proses adaptasi emosional agar anak merasa nyaman sebelum benar-benar masuk ke lingkungan pengasuhan jangka panjang.
Langkah transisi ini sangat krusial guna menjaga keberlanjutan pendidikan anak sembari menyiapkan stabilitas lingkungan keluarga.
"Kami terus melakukan monitoring berkala. Saat ini, kondisi anak jauh lebih tenang dan sudah menunjukkan kemauan untuk kembali belajar," ujar salah satu pendamping sosial di lokasi.
Penguatan Ekonomi dan Kapasitas Keluarga
Selain itu, program ini tidak hanya menyentuh sang anak, tetapi juga memberikan intervensi kepada pihak keluarga.
Pemerintah memberikan dukungan berupa usaha ekonomi produktif serta pendampingan rutin untuk memperkuat kapasitas orang tua.
Maka dari itu, keluarga diharapkan mampu menjadi sistem pendukung utama dalam perlindungan anak di masa depan. Ibu dari anak tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan ini.
"Kami ingin memperbaiki keadaan supaya anak bisa tumbuh tanpa rasa takut lagi," tuturnya dengan penuh harap.
Baca Juga: Dinsos Jabar Bantu Korban Pergerakan Tanah Purwakarta, Sebanyak 108 Warga Harus Mengungsi
Singkatnya, pendekatan ini merupakan solusi konkret atas masalah kekerasan anak yang mengedepankan pemulihan jangka panjang.
Alhasil, pola transisi ini menjamin anak memiliki lingkungan yang benar-benar aman untuk tumbuh dan pulih sepenuhnya.
Pada akhirnya, keberhasilan program Perlindungan Anak Jawa Barat 2026 ini menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi hak-hak dasar generasi muda.
Sebab, pemulihan trauma adalah proses panjang yang membutuhkan sinergi antara pemerintah dan keluarga.
Baca Juga: Purwakarta Berduka, Pemda Akan Kawal Tuntas Kasus Pengeroyokan Anak Disabilitas hingga Keadilan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





