Jabar

Dongkrak Ekonomi Rakyat, Kontes Domba Garut 2026 Piala Rektor Uniga Tingkatkan Harga Ternak 30 Persen

| 13 Januari 2026, 19:07 WIB
Dongkrak Ekonomi Rakyat, Kontes Domba Garut 2026 Piala Rektor Uniga Tingkatkan Harga Ternak 30 Persen

AKURAT JABAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sukses menggelar Kontes Domba Piala Rektor Universitas Garut (Uniga) di Tarogong Kaler, Minggu (11/1/2026).

Ajang bergengsi ini menjadi strategi jitu untuk menaikkan pendapatan peternak melalui penilaian mutu genetik serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, Dyah Savitri, menegaskan dukungannya agar kontes ini menjadi sarana seleksi domba unggul.

Baca Juga: Panen Jagung di Garut, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Sektor Pertanian Sebagai Pilar Utama Ekonomi Desa

Dengan adanya standardisasi kualitas yang objektif, harga jual ternak milik warga dipastikan akan meroket di pasaran.

Dyah menyebut, data Diskanak Garut mencatat harga domba yang lolos standar kontes bisa naik hingga 30 persen dibandingkan domba biasa.

Tentu saja, hal ini memberikan tambahan pendapatan langsung yang signifikan bagi para peternak lokal.

Baca Juga: Harumkan Nama Garut, Zulqaidah Yasmin Melaju ke Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

 

Kolaborasi Akademisi dan Pendampingan Teknis

Rektor Universitas Garut, Hilmi Aulawi, membuka langsung kegiatan ini sebagai bentuk nyata kontribusi kampus terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Universitas Garut berkomitmen memberikan pendampingan teknis agar peternak semakin memahami manajemen pakan, kesehatan, hingga pemuliaan ternak.

"Kegiatan ini memiliki nilai ekonomi tinggi melalui budaya ternak domba. Sektor ini kami harapkan menjadi solusi konkret untuk mempercepat pembangunan ekonomi di Kabupaten Garut," ujar Hilmi Aulawi dalam sambutannya.

Ketua Pelaksana, Muhammad Nizar, mencatat lebih dari 200 ekor domba terdaftar dalam ajang ini. Alhasil, perputaran uang selama kontes berlangsung diperkirakan menembus angka ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Putri Karlina Resmikan Eduwisata Perikanan Garut, Sulap Aset Terbengkalai Jadi Wisata Edukasi

 

Akses Pasar Nasional bagi Peternak Lokal

Berdasarkan penjelasan Bahrudin dari DPD Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Jawa Barat, jaringan pembeli kini tidak lagi bergantung pada pasar lokal.

Kehadiran pembeli dari luar daerah dalam kontes ini memperluas jangkauan transaksi peternak Garut ke tingkat nasional.

Salah seorang peternak asal Tarogong Kaler, Dadan, mengaku sangat terbantu dengan adanya acara ini. Ia mengungkapkan bahwa dombanya terjual dengan harga jauh lebih mahal setelah lolos penilaian juri.

Baca Juga: Perkuat Penegakan Perda, Satpol PP Kabupaten Garut Dorong PPNS Bekerja Profesional dan Humanis

Oleh karena itu, modal pakan yang ia keluarkan dapat kembali dengan keuntungan yang memuaskan untuk kebutuhan keluarga.

Singkatnya, program ini menjawab tantangan rendahnya harga ternak rakyat dengan memberikan sertifikasi mutu lapangan yang diakui pembeli.

Maka dari itu, Pemkab Garut menargetkan model kontes berkelanjutan ini mampu menjangkau ribuan peternak di seluruh Jawa Barat.

Pada akhirnya, peningkatan kesejahteraan peternak melalui komoditas khas daerah menjadi visi utama yang ingin dicapai. Sebab, domba Garut bukan sekadar budaya, melainkan aset ekonomi strategis bagi Jawa Barat.

Baca Juga: Pemkab Garut Dorong Ekonomi Kreatif Digital Lewat Kolaborasi HMI dan KNPI

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.