Sikat Habis Pungli! Wali Kota Muhammad Farhan Segel Parkir Liar Asia Afrika, Uang Hasil Pungutan Disita Negara

AKURAT JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan tindakan tegas terhadap praktik parkir liar dan pungutan liar (pungli) di kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika, Kamis (27/12/2025) malam.
Operasi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, guna mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
Dalam sidak tersebut, petugas gabungan mendapati pemandangan miris berupa ratusan sepeda motor yang berderet di atas trotoar depan Gedung Merdeka.
Tak hanya itu, puluhan mobil juga terlihat terparkir liar di badan jalan depan Kantor Pos Asia Afrika, yang memicu penyempitan arus lalu lintas.
"Kami temukan titik di depan Gedung Merdeka dengan ratusan motor parkir di atas trotoar. Ini jelas melanggar peraturan dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun," tegas Muhammad Farhan di lokasi penertiban.
Pungli 100 Persen: Tarif Rp10 Ribu Tanpa Karcis
Selain pelanggaran lokasi, Pemkot Bandung mengendus praktik pungli terorganisir.
Sejumlah warga melaporkan ditarik biaya parkir hingga Rp10.000 untuk motor dan Rp20.000 untuk mobil yang wajib dibayar di muka tanpa disertai karcis resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub).
"Jika tarifnya Rp10.000 per motor tanpa karcis, itu bukan parkir resmi. Itu 100 persen pungli. Uang hasil pungutan ilegal ini tidak boleh diambil atau digunakan oleh jukir tersebut, semuanya harus disita karena merupakan pendapatan tidak sah," ujar Farhan dengan nada bicara tinggi.
Sanksi Tipiring dan Mobil Diderek
Sebagai efek jera, para juru parkir (jukir) liar yang terjaring akan dikenakan sanksi hukum berupa Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
Selain penyitaan uang hasil pungli, sejumlah kendaraan yang membandel juga langsung dikenakan sanksi derek oleh petugas Dishub.
Farhan menginstruksikan agar seluruh kendaraan dialihkan ke kantong parkir resmi, salah satunya di area parkir Bank Mandiri.
Ia menekankan agar pengelola parkir di kawasan Asia Afrika menjalin kerja sama resmi agar kebutuhan parkir wisatawan terpenuhi tanpa melanggar estetika dan aturan kota.
Operasi Berlanjut ke Kawasan Naripan
Usai membersihkan Jalan Asia Afrika, Pemkot Bandung berencana memperluas jangkauan operasi ke jalur-jalur rawan lainnya seperti Jalan Naripan hingga ke arah timur.
"Langkah ini penting untuk menjaga citra Bandung sebagai kota wisata yang tertib. Kami imbau masyarakat agar hanya menggunakan fasilitas parkir resmi dan berani menolak jika diminta bayaran tanpa karcis asli," pungkasnya.
Baca Juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru Pemkot Bandung Fokus Penataan Ruas Jalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 2Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 3HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim
- 4Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 513.044 Pekerja Kena PHK di Jabar, 24 Ribu Lowongan Kerja Disiapkan
- 6Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 7Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang
- 8Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 9Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 10Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang




