Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Lewat Udara, Kerahkan 66 Personil Satgas Garuda Merah Putih-II

AKURAT JABAR - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo mengungkapkan bahwa alasan Indonesia mengirimkan bantuan Kemanusian ke Gaza melalui jalur udara atau drop zone, karena metode ini dinilai lebih aman.
Hal tersebut diungkapkan Tri Budi Utomo saat menghadiri Upacara Pemberangkatan Satuan Tugas Garuda Merah Putih II dalam rangka misi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur udara (airdrop), berlokasi di bandara Halim Perdama Kusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (13/08/25).
"Bantuan langsung akan didistribusikan secara low cost low altitude, karena metode ini bisa dibilang lebih aman," ungkapnya.
Misi kemanusiaan untuk Palestina tersebut dilakukan berdasarkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan melalui Kepala Kantor Komunikasi Presiden.
"Satgas ini juga merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia," kata Tri Budi.
Dalam pelaksanaannya, Satgas Garuda Merah Putih-II menggunakan dua pesawat Hercules C-130J TNI AU yang berasal dari Skadron Udara 31.
Baca Juga: Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Bahas Upaya Perdamaian di Gaza
Satgas Garuda Merah Putih-II itu sendiri memiliki jumlah total personel sebanyak 66 orang yang berasal dari unsur TNI, Kementerian dan Lembaga, serta media nasional.
Adapun metode pengiriman bantuan atau logistik tersebut akan dilakukan melalui udara dengan menggunakan pesawat terbang ketinggian rendah. Misi airdrop ini memerlukan waktu selama 12 hari.
Satgas tersebut juga nantinya akan mendistribusikan total 800 ton bantuan Kemanusiaan dari Baznas RI, termasuk bantuan seribu paket mie instan dari Kementerian Pertahanan.
Baca Juga: Aksi Akbar Bela Palestina: Menlu Sugiono: Indonesia Terdepan Membela Rakyat Kemerdekaan Palestina
Bantuan tersebut nantinya akan didrop di 10 titik yang tersebar di kawasan Gaza, Palestina. Logistik tersebut telah dipastikan jatuh dengan aman saat mendarat ke lokasi, sehingga tidak akan membahayakan warga setempat.
Adapun prosesi upacara dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku Inspektur Upacara (Irup).
Dalam kesempatannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut sebagai langkah strategis pemerintah bertepatan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Baca Juga: Seruan New York: Prancis Bersama 14 Negara Serukan Pengakuan Palestina di Markas Besar PBB
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya diwujudkan dalam menjaga Kedaulatan bangsa, tetapi juga dalam berperan aktif nembantu sesama bangsa yang sedang berjuang untuk hidup damai dan merdeka,” ujar Panglima, dilansir dari laman resmi Kemhan RI, Rabu (13/8/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





