KDM Dorong Tasikmalaya Kembangkan Potensi Bambu sebagai Identitas Daerah dan Penunjang Ekonomi Warga

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menghadiri secara langsung Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya Ke-393 yang bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu (26/7/2025).
Dalam kesempatannya, Gubernur KDM mendorong produk bambu sebagai kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya menjadi simbol identitas khas daerah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Peradaban bambu di Tasikmalaya sendiri, lanjut Gubernur - sudah ada sejak zaman dahulu kala, yang kemudian melahirkan sejumlah tokoh penting dalam melakukan pengelolaan tata ruang.
Baca Juga: PSU Kabupaten Tasikmalaya 2025: Anggaran dan Logistik Aman, Partisipasi Pemilih Capai 75 Persen
"Wilayah Tasikmalaya adalah guru peradaban tata ruang pada masa lalu. Tasikmalaya punya peradaban bambu sejak dulu. Melahirkan pula peradaban perekonomian," terangnya.
Untuk itu, KDM kemudian mendorong Bupati Tasikmalaya agar mampu melakukan pengembangan terhadap kekayaan alam tersebut dengan melahirkan sebuah pabrik yang dilengkapi teknologi saat ini.
Dengan demikian, selain akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi warga, bambu tersebut juga akan menjadikan simbol yang senantiasa melekat sebagai identitas daerahnya.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Lantik Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Hasil PSU Pilkada 2024
"Pak Bupati, saya sarankan agar dapat mengembangkan pusat peradaban melalui penataan dengan arsitektur (berbahan) bambu di seluruh pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya," ujar KDM.
"Nantinya, bangun pabrik (menggunakan) bambu di Tasikmalaya, karena kualitas bambu Tasikmalaya terbaik di Jawa Barat, bahkan terbaik di dunia," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan harapannya, agar perayaan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kesesuaian pelayanan yang diberikan pemerintah terhadap apa yang menjadi harapan masyarakatnya.
"Hari Jadi Tasikmalaya bukan hanya selebrasi tahunan saja, yang penting ruang kontemplasi tentang harapan warga yang belum terpenuhi," ungkap Cecep.
Ia juga menilai dengan hadirannya Gubernur Kang Dedi Mulyadi pada momentum tersebut telah memberikan dorongan moril untuk dapat memperkuat orientasi membangun di Tasikmalaya yang lebih baik di masa mendatang.
"Kami memaknai kehadiran Gubernur bukan sebagai dukungan administratif, tapi juga sebagai dorongan moril untuk menyentuh yang belum tersentuh dan yang belum terlaksana," tukas Bupati Tasikmalaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





