Gubernur Dedi Mulyadi Lantik Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Hasil PSU Pilkada 2024

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya masa jabatan 2025–2030 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Rabu (4/6/2025).
Sebelumnya, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al Ayubi resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya setelah menang dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024.
Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, Kabupaten Tasikmalaya sendiri menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya pada 19 April lalu.
Baca Juga: PSU Kabupaten Tasikmalaya 2025: Anggaran dan Logistik Aman, Partisipasi Pemilih Capai 75 Persen
Adapun pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100.1.2.3-2343 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Masa Jabatan 2025–2030.
Sebelumnya, Mendagri juga mengeluarkan Keputusan Nomor 100.2.1.3-2342 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya.
Berdasarkan hal itu, maka Ade Sugianto yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya bersama wakilnya Cecep Nurul Yakin secara resmi diberhentikan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Lantik JPT Pemprov Jabar di Sebuah Pabrik, Berikut Daftar Nama dan Jabatannya!
Akan tetapi, Cecep Nurul Yakin yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati, kini dilantik menjadi Bupati Tasikmalaya didampingi Asep Sopari Al Ayubi sebagai Wakil Bupati Tasikmalaya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya berpesan kepada Kepala Daerah terlantik, salah satunya berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, partisipasi program Keluarga Berencana, serta penataan lingkungan.
"Tasikmalaya dikenal sebagai Kabupaten Santri. Tasikmalaya angka kemiskinannya masih tinggi harus segera dibenahi," ujar KDM - sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Lantik Puluhan Pejabat Fungsional, Tempati Beberapa Perangkat Daerah Kabupaten Purwakarta
"kemudian keluarga berencananya belum berhasil segera dibenahi, kebersihan lingkungannya masih harus ditingkatkan, segera dibenahi," tegas KDM menuturkan.
KDM juga menekankan pentingnya peran kepala daerah sebagai pucuk pimpinan daerah agar senantiasa memberikan suri tauladan kepada masyarakatnya.
"Benar, di pemerintahan ini ada sistem, ada aparat, mulai dari Sekda sampai pegawai. Tapi belum tentu perintahnya itu bisa dengan cepat dilaksanakan," imbuhnya.
Baca Juga: Lantik 65 PNS Pejabat Fungsional, Sekda Herman Suryatman Dorong Kinerja Lebih Akseleratif
"Untuk itu harus dicontohkan, harus turun, dipelopori, orang Sunda mah memimpinya 'nya ngagogog, nya mantog'," terang Gubernur KDM.
Selaras dengan visi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, ia tengah menargetkan seluruh infrastruktur jalan sampai ke pelosok desa di Jawa Barat dapat segera rampung dalam tenggat waktu tiga tahun ke depan.
Selain itu, KDM menargetkan agar seluruh sekolah segera memiliki toilet di setiap kelasnya, penataan pasar-pasar agar lebih rapi, dan optimalisasi program Keluarga Berencana.
Baca Juga: Ketua TP PKK Jabar Dikukuhkan Gubernur Dedi Mulyadi, Langsung Lantik Pengurus
Ia juga menyoroti berbagai potensi budaya dan ekonomi masyarakat di kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, pemerintah daerah harus bangga dengan produk-produk hasil kerajinan lokal.
Produk kerajinan lokal seperti hihid, cetok, boboko, aseupan, anyaman, bilik, tarumpa dan payung, dapat dijadikan sebagai ikon pembangunan.
"Jangan ragu menjadikan produktivitas rakyat sebagai kekuatan ekonomi daerah. Kabupaten Tasikmalaya adalah kabupaten multi-produksi, semua ada di Tasik," ucap KDM.
Sedangkan dalam upaya melestarikan alam, KDM menyinggung pentingnya menjaga Gunung Galunggung yang dinilai sebagai pusat peradaban Tasikmalaya.
"Galunggung itu ‘Galuh Nu Agung’, artinya rasa, cinta, hati orang Tasik. Kalau alamnya rusak akibat tambang, maka akan merusak ekosistem pertanian, perikanan, dan kehidupan masyarakat," kata KDM.
Sebagai penutup sambutannya, ia meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya agar memprioritaskan anggaran belanja langsung untuk kebutuhan publik, serta meminimalisir alokasi bantuan berupa hibah.
"Kelola anggaran sesuai kebutuhan rakyat. Jangan bawa simbol partai ke dalam pemerintahan. Mulai hari ini, yang bekerja adalah struktur pemerintahan, bukan lagi tim sukses. Demokrasi yang sehat dijalankan lewat DPRD," tegas KDM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





