Jabar

Dampak Penutupan Tambang, 6.216 KK di Bogor Terima Bantuan Sosial Pemprov Jabar

| 23 Januari 2026, 16:01 WIB
Dampak Penutupan Tambang, 6.216 KK di Bogor Terima Bantuan Sosial Pemprov Jabar

AKURAT JABAR – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) mulai menyalurkan Bantuan Sosial Pemprov Jabar Bogor kepada masyarakat yang terdampak penutupan aktivitas tambang.

Sebanyak 6.216 Kepala Keluarga (KK) dari Kecamatan Cigudeg dan Rumpin resmi menerima bantuan tersebut mulai Rabu (21/1/2026).

Penyaluran ini merupakan langkah nyata Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Jabar untuk menjaga stabilitas ekonomi warga di wilayah Parungpanjang, Rumpin, dan Cigudeg.

Baca Juga: Dampak Penutupan Tambang, Pemprov Jabar Kucurkan Bansos Rp3 Juta per KK bagi Warga Bogor

Kepala DPMDesa Jabar, Ade Afriandi, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalihkan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) menjadi Belanja Langsung (BL).

"Kami menggunakan kode Belanja Masyarakat Terdampak Sosial Akibat Kebijakan. Oleh karena itu, ada pertanggungjawaban administratif dan lapangan yang harus dilengkapi," ujar Ade saat meninjau lokasi penyaluran di Desa Batujajar.

Baca Juga: Respon Keluhan Warga, Bupati Rudy Susmanto Pastikan Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang Bogor 2026 Segera Eksekusi

 

Skema Gotong Royong: Syarat Terima Rp3 Juta

Berdasarkan kebijakan terbaru, Pemprov Jabar menerapkan skema pemberdayaan masyarakat berbasis gotong royong.

Artinya, para penerima bantuan tidak hanya menerima dana secara pasif, tetapi juga didorong untuk berkontribusi pada desa melalui kegiatan produktif.

Penerima manfaat wajib melaksanakan kegiatan bermanfaat seperti pembersihan saluran air, penanaman pohon, hingga perbaikan fasilitas umum desa.

Baca Juga: Tegas! Pemprov Jabar Tindak Sejumlah Tambang Ilegal, Sedikitnya 118 Lokasi Resmi Ditutup

Tentu saja, bukti laporan kegiatan ini menjadi dasar pertanggungjawaban administratif.

"Kami ingin membangkitkan kembali semangat kegotongroyongan. Jadi, uang sebesar Rp3 juta yang masuk ke rekening Bank BJB masing-masing KK dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata bagi desa," tegas Ade.

Baca Juga: Hijaukan Kawasan Puncak Bogor, 50 Ribu Bibit Pohon Ditanam

 

Rincian Desa Penerima dan Jadwal Penyaluran

Singkatnya, verifikasi dari Tim Gerai Respon Cepat Berdesa (Gereceb) menetapkan rincian penerima sebagai berikut:

  • Kecamatan Cigudeg: Desa Rengasjajar (1.803 KK), Desa Batujajar (1.420 KK), Desa Bangunjaya (525 KK), dan Desa Argapura (72 KK).

  • Kecamatan Rumpin: Desa Cipinang (2.394 KK) dan Desa Sukasari (2 KK).

Jadwal penyaluran berlangsung bertahap mulai hari Rabu hingga Jumat.

Alhasil, distribusi bantuan dapat berjalan tertib dan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan, seperti buruh bongkar muat dan pedagang kecil yang kehilangan penghasilan.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran Hibisc Fantasy di Puncak Bogor

 

Asa Baru Bagi Warga Terdampak

Sebab, kebijakan penutupan tambang sempat membuat banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Ajin, mantan buruh tambang asal Desa Batujajar, mengaku sangat bersyukur.

Selain itu, Liana yang berprofesi sebagai pedagang, berencana menggunakan uang tersebut untuk modal usaha dan biaya sekolah anak.

Pada akhirnya, Pemprov Jabar masih memproses verifikasi terhadap sekitar sembilan ribu KK lainnya di wilayah tersebut.

Penyaluran tahap selanjutnya direncanakan terlaksana pada akhir Januari atau awal Februari 2026 mendatang.

Baca Juga: Tata Kawasan Puncak Bogor, Gubernur Dedi Tegaskan Perlu Konsep Terpadu Hingga Sentil Jaswita

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.