Jabar

Dampak Penutupan Tambang, Pemprov Jabar Kucurkan Bansos Rp3 Juta per KK bagi Warga Bogor

| 15 Januari 2026, 20:57 WIB
Dampak Penutupan Tambang, Pemprov Jabar Kucurkan Bansos Rp3 Juta per KK bagi Warga Bogor

AKURAT JABAR – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus merealisasikan komitmen perlindungan sosial bagi warga yang terdampak penutupan aktivitas tambang di wilayah Bogor Barat.

Tercatat, sebanyak 2.938 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin telah menerima bantuan sosial (bansos) tidak direncanakan sebesar Rp3 juta per KK.

Langkah ini menyusul kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menghentikan sementara operasional tambang melalui surat bernomor 7920/ES.09/PEREK sejak 25 September 2025.

Keputusan tersebut diambil untuk menekan kerusakan lingkungan yang kian mengancam keselamatan masyarakat di jalur tambang.

Baca Juga: Respon Keluhan Warga, Bupati Rudy Susmanto Pastikan Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang Bogor 2026 Segera Eksekusi

 

Realisasi Penyaluran Tahap I dan II

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menjelaskan bahwa penyaluran dana telah berlangsung sejak Desember 2025 dalam dua tahap.

  • Tahap I: Menjangkau 928 KK di lima desa Kecamatan Parungpanjang, meliputi Desa Cibunar, Lumpang, Gorowong, Dago, dan Jagabaya.

  • Tahap II: Disalurkan kepada 2.010 KK yang tersebar di empat desa Kecamatan Cigudeg (Bunar, Cintamanik, Mekarjaya, Tegallega) serta empat desa di Kecamatan Rumpin (Rumpin, Sukasari, Sukamulya, Mekarsari).

 Baca Juga: Tata Kawasan Puncak Bogor, Gubernur Dedi Tegaskan Perlu Konsep Terpadu Hingga Sentil Jaswita

 

Target Bansos Tambang Bogor 2026: 15 Ribu KK Segera Cair

Berdasarkan rencana strategis pemulihan ekonomi warga, Pemprov Jabar memastikan program Bansos Tambang Bogor 2026 akan berlanjut pada tahun ini.

Ade menegaskan bahwa warga yang belum terakomodasi pada tahun lalu akan diprioritaskan pada penyaluran Tahap III dan IV.

"Masyarakat yang belum mendapat bantuan pada 2025 kami pastikan akan menerima pada tahun 2026," tegas Ade, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Sinergi Baru Bogor Raya, Penguatan Pengelolaan Sampah Lewat PSEL dan TPA Galuga

Oleh karena itu, pada tahun 2026 ini, bantuan ditargetkan menjangkau 15.293 KK dengan rincian sebagai berikut:

  • Tahap III: Dialokasikan untuk 6.216 KK di wilayah Kecamatan Cigudeg dan Rumpin.

  • Tahap IV: Bakal disalurkan kepada 9.077 KK di Kecamatan Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin.

Alhasil, skema bantuan tunai ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat selama masa transisi penataan jalur tambang di Bogor Barat.

Sebab, kehadiran negara sangat krusial saat kebijakan lingkungan berdampak pada mata pencaharian warga setempat.

Baca Juga: Sabet Anugerah Sri Baduga 2025, Desa Gunung Putri dan Kelurahan Tengah Harumkan Nama Kabupaten Bogor

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.