Kas Daerah Aman, Gubernur Dedi Mulyadi Siap Lunasi Proyek Pembangunan Jawa Barat Senilai Rp621 Miliar

AKURAT JABAR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat memiliki dana yang cukup untuk melunasi tunggakan proyek pembangunan tahun 2025.
Adapun total dana yang akan dikucurkan untuk membayar pekerjaan tersebut mencapai angka sebesar Rp621 miliar.
Dana tersebut berasal dari alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) serta pendapatan pajak kendaraan bermotor yang masuk ke kas daerah setiap hari.
Baca Juga: DPRD dan KDM Pastikan Tunda Bayar Proyek Infrastruktur Jabar Rp621 Miliar Rampung Januari 2026
Tentu saja, saldo kas daerah terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kesadaran warga Jawa Barat dalam memenuhi kewajiban pajak mereka.
"Kami berterima kasih kepada seluruh wajib pajak kendaraan bermotor yang sangat bersemangat membayar pajak. Kontribusi Anda memperkuat pendanaan Pembangunan Jawa Barat 2026 ke depan," ujar pria yang akrab disapa KDM ini, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Pemprov Jabar Resmi Hentikan Pembiayaan Masjid Raya Bandung, Ini Alasannya!
Audit Ketat Sebelum Pencairan Dana
Meskipun dana telah tersedia, KDM menegaskan bahwa proses pembayaran tidak akan dilakukan secara otomatis.
Pemda Provinsi Jawa Barat akan melakukan audit menyeluruh terhadap hasil setiap pekerjaan pembangunan di lapangan.
Oleh karena itu, audit tersebut berfungsi untuk memetakan kualitas hasil proyek, mulai dari kategori sangat baik hingga kurang baik.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Jawa Barat 2025: KDM Tuntaskan Jalan dan Reboisasi
Berdasarkan kebijakan tersebut, pemerintah hanya akan memberikan apresiasi penuh pada pekerjaan yang memenuhi standar kualitas tinggi.
"Jika hasil pekerjaan terbukti kurang baik, kami tidak akan membayarkan seluruh nilai kontraknya," tegas KDM dengan nada serius.
Libatkan Media Sosial untuk Kontrol Publik
Selain itu, KDM mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk aktif melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek yang ada di wilayah mereka.
Ia mempersilakan warga untuk menyampaikan kritik serta saran melalui kanal media sosial resmi pemerintah.
Maka dari itu, partisipasi publik menjadi instrumen penting bagi Pemda Jawa Barat dalam menjamin setiap rupiah pajak masyarakat menghasilkan infrastruktur berkualitas.
Baca Juga: Kelola Anggaran Secara Efektif, Silpa APBD Jawa Barat 2025 Hanya Tersisa Rp500 Ribu
Singkatnya, transparansi dan kontrol sosial akan menjadi kunci keberhasilan Pembangunan Jawa Barat 2026.
Alhasil, skema pengawasan ini diharapkan dapat meminimalisir praktik pengerjaan proyek yang asal-asalan.
Pada akhirnya, komitmen Gubernur Dedi Mulyadi ini menunjukkan bahwa akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam tata kelola keuangan daerah. Sebab, pembangunan yang berkualitas adalah hak seluruh warga Jawa Barat.
Baca Juga: WFH ASN Pemprov Jabar 2026 Resmi Berlaku Setiap Kamis, Cek Aturannya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





