Demi Peningkatan Layanan: Pemda Jabar Kuatkan Pengamanan Aset Daerah, Gandeng KPK dan BPN

AKURAT JABAR – Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat pengelolaan dan pengamanan aset daerah.
Langkah strategis ini bertujuan memastikan seluruh aset daerah berkontribusi maksimal pada peningkatan kualitas layanan publik bagi masyarakat.
Asisten Daerah Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Jabar, Nanin Hayani, menyampaikan hal ini. Ia menuturkan, Pemda Jabar menguatkan pengamanan aset secara komprehensif, meliputi aspek administrasi, fisik, dan hukum.
Baca Juga: Gubernur KDM Tata Ruang Dibenahi, Tiga Langkah Masif Atasi Banjir Bandung Raya
Pengamanan Aset Jabar Harus Disertifikasi
Penguatan pengamanan aset daerah Jabar ini menjadi topik utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Provinsi Jabar.
Rakor berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Selasa (9/12/2025).
"Pengamanan ini mulai dari administrasi, fisik, dan hukum. Termasuk, aset harus disertifikatkan atas nama pemerintah daerah masing-masing," tegas Nanin.
Nanin mengakui bahwa upaya pengamanan dan pengelolaan aset daerah bukanlah pekerjaan mudah.
Baca Juga: Lestarikan Warisan Budaya, Pemprov Jabar Batasi Pemanfaatan Gedung Sate
Pemda sering menghadapi berbagai tantangan dan masalah, khususnya terkait proses sertifikasi aset tanah dan bangunan.
Nanin berharap Rakor tersebut mampu melahirkan solusi konkret. Ia menekankan kembali fungsi utama dari aset daerah.
"Aset daerah itu utamanya untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.
Baca Juga: Ikon Baru Jawa Barat: Gapura Gedung Sate Hadirkan Identitas Jabar Banget
Peran KPK dan BPN dalam Percepatan Sertifikasi Aset
Kasatgas Korsuv Pencegahan KPK Wilayah II, Arief Nurcahyo, turut hadir. Arief menekankan sertifikasi aset daerah sangat penting untuk pengamanan Barang Milik Daerah (BMD) dari sisi hukum.
Arief menjelaskan, pengamanan aset mencakup tiga aspek: administrasi, fisik, dan hukum.
"Ketika pengamanan fisik dan administrasi sudah dilakukan, ia tidak akan kuat atau valid jika tidak ada pengamanan secara hukum (sertifikasi)," ucap Arief.
Baca Juga: Gubernur Jabar Aktifkan Kembali Eks Kantor Karesidenan di Lima Wilayah Jawa Barat
Oleh karena itu, Rakor ini fokus mendorong Pemda di Jabar mengakselerasi pengamanan aset melalui sertifikasi. Tujuannya adalah mencegah aset daerah diklaim oleh pihak atau kelompok tertentu.
Nanin juga mencatat hasil positif. Kantor Wilayah BPN di Jabar telah berhasil menyelesaikan 75 sertifikat untuk aset milik Pemda Provinsi Jabar sepanjang tahun 2025.
Arief berharap aset tidak hanya menjadi cost center pemeliharaan, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan untuk mendukung pelayanan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 2MK Hapus Presidential Threshold, DPR Diminta Siapkan Aturan Pencalonan Pilpres 2029
- 3Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 4Dinkes Jabar Catat 10 Kasus Influenza, Balita dan Dewasa Paling Banyak Terdampak
- 5Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel
- 6Waspada Influenza A di Bandung, Farhan Minta Orang Tua Tak Paksa Anak Masuk Sekolah
- 7DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 8Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 9DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 10Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026





