Jabar

Dana Transfer Daerah Berkurang, KDM Pilih Pangkas Biaya Dinas Ketimbang Hentikan Pembangunan Infrastruktur

| 14 Oktober 2025, 12:12 WIB
Dana Transfer Daerah Berkurang, KDM Pilih Pangkas Biaya Dinas Ketimbang Hentikan Pembangunan Infrastruktur

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak akan mengurangi belanja infrastruktur di Jabar. Ia bahkan memutuskan akan meningkatkan belanja pada sektor tesebut.

Keputusan ini sebagai langkah tegas Gubernur KDM dalam menyikapi pengurangan dana transfer daerah dari pusat untuk Jabar yang berkurang signifikan mencapai angka sebesar Rp2,458 triliun.

"Dananya dari mana? Ya dari hasil efesiensi di beberapa bidang, seperti rapat dinas, perjalananan dinas, pengurangan pemakaian air dan listrik di kantor, biaya internet, juga pos-pos lain yang dipandang tidak terlalu penting," jelas KDM, Senin (13/10/2025).

Baca Juga: APBD Jawa Barat 2025 Alami Perubahan, Fokus pada Infrastruktur dan Pendidikan serta Pelayanan Publik

Ia menilai, bahwa pembangunan infrastruktur di Provinsi Jawa Barat seperti jalan, jembatan, irigasi, bangunan sekolah, konektivitas listrik serta internet harus tetap menjadi prioritas utama.

"Bila infrastruktur baik, maka investasi akan masuk, bila investasi masuk lancar, maka ekonomi akan berjalan," tegasnya.

KDM yakin, pertumbuhan industri akan berjalan seiring dengan peningkatan infrastruktur. Sehingga dapat membuka peluang masyarakat dalam memperoleh pekerjaan demi mencukupi kebutuhan hidupnya.

Baca Juga: Diduga Alokasi Anggaran untuk Lembur Pakuan, Herman Suryatman: Pergeseran APBD Jabar Transparan dan Pro-Rakyat

Ia juga menegaskan, bahwa pertumbuhan di sektor infrastruktur tersebut sangat berkaitan erat dengan laju pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jabar.

Menurut KDM, masyarakat pada umumnya akan menilai bahwa dampak pembangunan itu benar-benar ada ketika mereka melihat hasil yang nyata, seperti adanya pembangunan jalan, irigasi, ataupun bendungan.

"Andai ada anggapan pembangunan tidak mendukung pertumbuhan ekonomi, itu disebabkan, pembangunannya tidak mandiri, menggunakan anggaran pinjaman yang pembayarannya lebih besar dari kemampuan daerah atau lebih besar pasak dari pada tiang," paparnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Tetap Gelar Pilkades Digital Meski Anggaran Terbatas, Akan Dimulai Desember Mendatang

KDM pun menjelaskan tentang bagaimana pemerintah mengelola anggaran secara baik. Ia menyebut bahwa pemerintah yang mampu mengaplikasikan anggaran secara maksimal adalah pemerintah yang efesien.

"Menggunakan anggarannya untuk sebesar-besar belanja publik. Mengurangi perjalanan dinas, mengurangi belanja alat tulis kantor, mengurangi belanja air dan lain sebagainya," tambahnya.

KDM menegaskan bahwa pihaknya tidak akan sedikitpun menggunakan opsi pendanaan melalui pinjaman meskipun tawaran itu ada di depan mata.

Baca Juga: Anggaran Rumah Dinas Gubernur Jabar Jadi Sorotan, Ini Klarifikasi Sekda

"Lebih baik menggunakan dana sendiri hasil efesiensi daripada meminjam, yang nantinya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," tandas KDM.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.