Jabar

Piala Presiden 2025 Gagal Digelar di Stadion GBLA, Masalah Rumput dan Fasilitas Jadi Alasan

| 7 Juni 2025, 10:23 WIB
Piala Presiden 2025 Gagal Digelar di Stadion GBLA, Masalah Rumput dan Fasilitas Jadi Alasan

AKURAT JABAR - Piala Presiden Tahun 2025 yang rencananya berlangsung pada Juli mendatang dipastikan gagal diselenggarakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Jawa Barat.

Venue pertandingan Piala Presiden Tahun 2025 tersebut rencananya dialihkan ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Soreang, Kabupaten Bandung, akibat rumbut dan fasilitas pendukung Stadion GBLA belum memadai.

Hal ini diungkapkan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan, usai kunjungan yang dilakukan Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2025 Maruarar Sirait, di Stadion GBLA.

Baca Juga: Diduga Rusak Stadion GBLA Usai Laga Pamungkas Persib Bandung Vs Persis Solo, KDM: Tindak Tegas dan Kirim Ke Barak!

Kunjungan Ketua SC Piala Presiden 2025 Maruarar Sirait ini didampingi langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, pada Rabu (4/6/2025).

Dalam kesempatan itu pula Adhitia Putra mengungkapkan bahwa kondisi rumput dan fasilitas Stadion GBLA menjadi alasan utama gagalnya Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen.

Ia juga menyebut, proses renovasi rumput stadion dan fasilitas pendukung lainnya diprediksi tidak akan bisa rampung sesuai dengan waktu yang dibutuhkan.

Baca Juga: Persib Bandung Angkat Trofi Juara Liga 1 2024/25, Lautan Bobotoh Menggema di GBLA

"Melihat kondisi rumput saat ini, GBLA belum siap digunakan untuk Piala Presiden. Selain itu, stadion ini masih memiliki keterbatasan fasilitas, salah satunya jumlah ruang ganti yang hanya dua, sementara turnamen membutuhkan empat ruang ganti karena pertandingan berlangsung sore dan malam hari," kata Adhitia.

Meski demikian - tambah Adhitia, pelaksanaan Piala Presiden 2025 akan tetap dilaksanakan di Jawa Barat dengan penggunaan stadion Si Jalak Harupat sebagai tuan rumah.

Keputusan Stadion SJH menjadi venue pertandingan kompetisi tersebut merupakan pertimbangan semua pihak, serta adanya masukan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Laga Pamungkas Persib Bandung vs Persis Solo, Bojan Hodak Ingin Sempurnakan Trofi Juara di GBLA

"Persib tetap menjadi tuan rumah. Kami percaya bahwa Stadion Si Jalak Harupat mampu memberikan pengalaman terbaik bagi tim peserta, ofisial, dan tentu saja para suporter," pungkas Adhitia.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi bersama Maruarar Sirait telah melakukan kunjungan ke Stadion Si Jalak Harupat didampingi Kapolda, Pangdam III Siliwangi, pihak Persib Bandung, Selasa (3/6) lalu.

Gubernur Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM itu menjelaskan bahwa Stadion SJH memiliki kapasitas penonton yang mampu menampung hingga 27.600 orang.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Beri Bonus Persib Juara Liga 1 2024/25, Umumkan di Tengah Riuh Bandung Lautan Biru

Ia juga menyebut bahwa kondisi rumput Stadion SJH lebih baik dibandingkan dengan Stadion GBLA. Adapun jika masih terdapat kekurangan, dirinya siap untuk segera memperbaiki.

KDM juga mengaku siap untuk menjadi penanggungjawab event Piala Presiden 2025 di tingkat daerah jika dirinya ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat.

"Ya, saya tergantung perintah. Ya sudah, nanti kami siapkan saja. Intinya, kami siap kalau ditunjuk (Pemerintah Pusat), (tentu saja) kami siap," tegas KDM di Stadion SJH.

Baca Juga: Menteri Ara Serahkan Kunci Rumah Subsidi Bagi MBR Majalengka, Berikan Akses Pembiayaan Aman dan Terjangkau

Adapun pelaksanaan Piala Presiden 2025 tersebut telah dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 - 7 Juli 2025, dengan menampilkan empat tim yang akan berlangsung.

Keempat tim tersebut yakni tuan rumah Persib Bandung sebagai Juara Liga 1 yang akan menghadapi tim di kasta kedua Liga Inggris Oxford United, klub asal Thailand Port FC, serta Liga Indonesia All-Stars.

Baca Juga: Bandung Lautan Biru, Konvoi Persib Juara Padati Ruas Jalan Kota Bandung

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.