Dampingi 203 Desa, Ribuan Mahasiswa KKN Unpad 2026 Fokus Atasi Kemiskinan dan Sampah

AKURAT JABAR – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, melepas ribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM).
Dalam momen tersebut, Herman menitipkan pesan agar para peserta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian.
"Meskipun waktu pelaksanaan relatif singkat, mahasiswa harus mampu memperkuat literasi keluarga dan keterampilan hidup (life skill) masyarakat," ujar Herman saat melepas peserta di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: PJT II Gelar Sharing Session dengan Mahasiswa Unpad Bahas Kontribusi Sosial dan Lingkungan
Menurut Herman, KKN Unpad 2026 kali ini mengusung misi besar dalam membekali pengetahuan warga untuk mengakses peluang ekonomi.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus menekan angka beban pengeluaran masyarakat desa.
Sebaran Peserta KKN Unpad 2026 di Indramayu dan Sumedang
Berdasarkan data panitia, sebanyak 3.382 mahasiswa dan 203 dosen pendamping akan terjun langsung ke lapangan.
Baca Juga: Sinergitas Mahasiswa KKN dan Kader PKK, Kembangkan Kebun Toga di Desa Cihuni Kabupaten Purwakarta
Mereka akan mengabdi di 203 desa yang tersebar di 46 kecamatan di dua wilayah, yakni Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang.
Rincian sebarannya adalah 157 desa di 30 kecamatan wilayah Indramayu, serta 46 desa di 16 kecamatan wilayah Sumedang. Program ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 10 Januari hingga 11 Februari 2026.
Tentu saja, fokus utama program tahun ini adalah penanganan kemiskinan ekstrem dan pengelolaan sampah secara mandiri.
Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi jembatan bagi warga desa dalam mengakses berbagai inovasi teknologi dan sosial.
Baca Juga: KKNT Inovasi IPB 2025, Bagai Oase di Tengah Upaya Percepatan Pembangunan Purwakarta
Pesan Rektor: Jadikan KKN sebagai Ruang Belajar Nyata
Di sisi lain, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menegaskan bahwa KKN merupakan peluang emas bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari dinamika sosial.
KKN bukan sekadar ruang pembelajaran di luar kelas, melainkan instrumen untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan pada permasalahan nyata.
"Selamat belajar di lokasi KKN. Kami berharap ilmu yang mahasiswa dapatkan selama di kampus bisa memberikan kebermanfaatan luas bagi masyarakat," tutur Prof. Arief.
Singkatnya, sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah melalui KKN Unpad 2026 ini menjadi kunci akselerasi pembangunan di Jawa Barat.
Sebab, kehadiran mahasiswa di pelosok desa dapat memicu perubahan pola pikir yang lebih produktif bagi warga setempat.
Alhasil, program ini tidak hanya mencetak mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Pada akhirnya, dampak jangka panjang dari literasi yang diberikan mahasiswa diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan di Jawa Barat secara berkelanjutan.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi di PKKMB UNPAS: Mahasiswa Kritis adalah Motor Perubahan Bangsa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 4Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 5Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos




