Jabar

Whoosh Jadi Primadona, Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025 Mengalami Lonjakan Signifikan

| 7 Januari 2026, 12:57 WIB
Whoosh Jadi Primadona, Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025 Mengalami Lonjakan Signifikan

AKURAT JABAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatatkan tren positif pada sektor pariwisata hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan rilis terbaru, arus Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025, baik mancanegara maupun nusantara, menunjukkan grafik yang terus merangkak naik.

Plt. Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Kertajati mencapai 181 kunjungan pada November 2025.

Tentu saja, angka ini meningkat 19,87 persen jika kita bandingkan dengan capaian Oktober 2025.

"Turis asal Singapura masih mendominasi pintu masuk Kertajati. Hal ini selaras dengan ketersediaan rute penerbangan langsung Singapura-Kertajati," jelas Darwis dalam rilis resminya, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: BPS Jabar Rilis Kenaikan Wisatawan Ke Jawa Barat Melalui BIJB

 

Kereta Cepat Whoosh Dongkrak Arus Wisman

Selain itu, moda transportasi kereta cepat Whoosh menjadi daya tarik utama bagi warga negara asing (WNA). Tercatat, sebanyak 16.635 WNA menggunakan Whoosh selama November 2025.

Maka dari itu, total kunjungan WNA via Whoosh sepanjang Januari hingga November 2025 menembus angka 177.283 kunjungan.

"Secara akumulatif, angka tersebut melonjak tajam hingga 41,99 persen jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024," tambah Darwis.

Singkatnya, efisiensi waktu yang Whoosh tawarkan terbukti efektif menarik minat turis asing untuk mengeksplorasi wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: BPS Jabar Catat Adanya Kenaikan Ekspor Jawa Barat

 

Wisatawan Nusantara dan Okupansi Hotel

Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga tidak kalah impresif. Pada November 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 17,66 juta kali.

Oleh karena itu, Kabupaten Bogor tetap kokoh sebagai tujuan utama dengan persentase 14,98 persen, disusul Kota Bandung sebesar 11,37 persen.

Meningkatnya mobilitas warga ini berdampak langsung pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel.

Alhasil, TPK hotel berbintang naik menjadi 53,54 persen. Kota Bandung tercatat sebagai wilayah dengan okupansi hotel tertinggi yang mencapai 63,84 persen.

Baca Juga: Jumlah Wisatawan di Jabar Melesat, Bogor Jadi Magnet Utama Liburan

 

Purwakarta Juara Durasi Menginap Terlama

Lebih lanjut, fakta menarik muncul dari data rata-rata lama menginap tamu hotel. Meskipun demikian, secara umum tamu asing menginap selama 2,56 malam, Kabupaten Purwakarta justru mencatatkan rekor tertinggi.

Sebab, para tamu di Purwakarta menghabiskan waktu rata-rata hingga 6,87 malam.

Sebagai penutup, capaian pariwisata ini menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi daerah.

Pada akhirnya, sinergi antara infrastruktur transportasi modern dan daya tarik wisata lokal diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025 di masa depan.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Jabar Naik 30 Persen, Ini Strategi Disparbud Jaga Tren Positif

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.