Jabar

BPS Jabar Catat Adanya Kenaikan Ekspor Jawa Barat

| 4 Juli 2025, 09:10 WIB
BPS Jabar Catat Adanya Kenaikan Ekspor Jawa Barat

AKURAT JABAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat kenaikan ekspor Jawa Barat sebesar 3,33 milyar USD pada Bulan Mei 2025, atau naik di angka 20,54 persen jika dibandingkan pada April 2025.

Meski demikian, angka tersebut justru mengalami penurunan senilai 0,41 persen secara year on year (angka tahunan) apabila dibandingkan pada bulan Mei 2024.

Secara keseluruhan, selama periode Januari-Mei 2025 ekspor Jabar mencapai angka sebesar 15,40 milyar USD.

Baca Juga: Beda Dari yang Lain! Gubernur Jabar Lantik Sejumlah Jabatan Administrator dan Pengawas di Lingkup Pemprov Jabar di Kolong Tol

Angka tersebut terbilang naik sebesar 2,80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang hanya tercatat sebesar 14,98 milyar USD.

Kepala BPS Jawa Barat Darwis Sitorus menjelaskan, bahwa ekspor Jabar pada sektor industri masih mendominasi dengan kontribusi yang mencapai nilai 98,61 persen.

“Sektor industri masih mendominasi nilai ekspor Jabar sebesar 98,61 persen diikuti sektor migas sebesar 0,76 persen dan sektor pertanian sebesar 0,62 persen," ujar Darwis Sitorus.

Baca Juga: DPRD Jabar Setujui Anggaran Pertanggungjawaban APBD 2024 Pemprov Jabar Menjadi Perda

"Sementara menurut golongan barang yang terbesar adalah Kendaraan dan bagiannya mencapai 3,27 milyar USD, mesin dan perlengkapan elektrik senilai 2,50 milyar USD dan mesin dan peralatan mekanis senilai 1,18 milyar USD," tuturnya.

Berdasarkan negara tujuan, Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor tertinggi Jawa Barat dengan nilai 2,46 milyar USD sepanjang Januari-Mei 2025, disusul Filipina sebesar 1,40 milyar USD dan Jepang di angka 1,15 milyar USD.

Berbeda dengan ekspor, nilai impor Jawa Barat mengalami penurunan pada bulan Mei 2025 sebesar 0,82 persen jika dibandingkan dengan April 2025, dengan total nilai impor mencapai 1,03 milyar.

Baca Juga: Terbaru! Gubernur Jabar Luncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung, KDM: Rawat Alam Sebagaimana Merawat Sosok Ibu

Penurunan juga terjadi sebesar 7,14 persen secara year on year dibandingkan pada Mei 2024. Dan terjadi penurunan angka secara keseluruhan nilai impor yang mencapai 5,01 milyar USD atau turun 2,09 persen selama periode Januari-Mei 2025 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang mencapai 5,12 milyar USD.

“Dilihat dari struktur penggunaannya, impor terbesar adalah bahan baku/penolong sebesar 79,94 persen, barang modal sebesar 11,33 persen dan barang konsumsi sebesar 8,73 persen," tambahnya.

Sementara dari golongan barang, impor terbesar sepanjang Januari-Mei 2025 adalah mesin dan perlengkapan elektrik senilai 666 juta USD, mesin dan peralatan mekanis senilai 435 juta USD, serta plastik dan barang dari plastik senilai 370 juta USD.

Baca Juga: Sekda Herman Tutup Pendidikan Karakter Panca Waluya Angkatan II Setelah 21 Hari Ratusan Siswa Menjalani Pendidikan di Barak Militer

Adapun sumber impor terbesar masih berasal dari Negara Tiongkok mencapai 1.594 juta USD, disusul oleh Jepang 673 juta USD dan Korea Selatan 612 juta USD.

“Kenaikan ekspor dan turunnya impor ini menyebabkan neraca perdagangan Jawa Barat surplus sebesar 10,39 milyar USD. Jika dirinci menurut negara, kita surplus dengan Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam. Akan tetapi kita mengalami defisit dengan Tiongkok dan Taiwan,” pungkas Darwis.

Baca Juga: BPS Jabar Rilis Kenaikan Wisatawan Ke Jawa Barat Melalui BIJB

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.