Tragedi Makanan Bergizi Gratis: Ratusan Siswa Keracunan, Gubernur Jabar Siap Evaluasi Program MBG

AKURAT JABAR - Menanggapi insiden keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, akan segera memanggil penanggungjawab Badan Gizi Nasional (BGN) di wilayah Jawa Barat.
Pemanggilan tersebut dimaksudkan untuk membahas terkait adanya kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Untuk diketahui, bahwa insiden tersebut telah mengakibatkan sebanyak 657 siswa yang berasal dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mengalami keracunan massal usai menyantap sajian menu makanan MBG.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Jawa Barat Tertinggi Secara Nasional, JPPI: Ada 2.012 Siswa Jadi Korban
Bahkan hingga saat ini, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Al Bayyinah 2 di Kabupaten Garut tersebut dikabarkan telah ditutup untuk sementara waktu.
Sampai saat ini, belum ada keputusan tegas yang diambil oleh KDM, apakah program MBG di wilayah Jawa Barat akan dihentikan untuk sementara waktu (moratorium) atau tidak.
Yang jelas, pihaknya masih akan membahas terlebih dahulu dengan pihak BGN agar segera dilakukan evaluasi secara komprehensif. Sehingga ia berharap agar kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Cianjur, BGN Siap Evaluasi dan Tingkatkan Pengawasan
"Minggu depan saya mengundang kepala MBG membidangi di wilayah Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi secara paripurna. Sehingga berbagai problem yang terjadi, seperti keracunan siswa tidak terulang lagi," terang KDM, pada Selasa (3/9/2025).
Pada pertemuan tersebut, ia juga berencana membahas sanksi atau penutupan. Terutama bagi SPPG atau Dapur MBG yang diduga atau dicurigai mendistribusikan makanan tidak layak.
"Nanti akan saya tanyakan langsung. Apakah Dapur MBG atau SPPG yang menimbulkan keracunan akan meneruskan atau dievaluasi," ucap KDM mengakhiri pembicaraan.
Baca Juga: Pasca Keracunan Siswa Cianjur, Kaum Muda Syarikat Islam Desak Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) rencananya akan segera membentuk Tim Investigasi Keracunan sebagai respon atas insiden yang terjadi.
Hal tersebut dilakukan sebagai bukti nyata adanya langkah pengevaluasian terhadap berbagai kasus keracunan MBG yang meningkat di beberapa pekan terakhir ini, dan bukan hanya sebatas omongan belaka.
"Kami akan rapat untuk membuat tim investigasi ini. Jadi kami enggak omon-omon," tegas Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Cianjur, BGN Siap Evaluasi dan Tingkatkan Pengawasan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





