Jabar

Bantu Israel Lawan Iran, AS Mengaku Sukses Hancurkan Tiga Lokasi Penting Nuklir di Iran

| 22 Juni 2025, 21:25 WIB
Bantu Israel Lawan Iran, AS Mengaku Sukses Hancurkan Tiga Lokasi Penting Nuklir di Iran

AKURAT JABAR - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku bahwa pihaknya telah berhasil melakukan pengeboman ke tiga titik lokasi yang disinyalir merupakan fasilitas utama nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz dan Esfahan.

Hal ini dilakukan di tengah Washington secara efektif bergabung dalam perang Israel melawan Iran, berdasarkan pernyataan tertulis Trump di platform Truth Social miliknya, pada Minggu (22/6/2025)

"Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran," ungkap Trump.

Baca Juga: Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI dari Iran, Pastikan Keselamatan 386 Warga Indonesia Dari Zona Konflik

Tanpa adanya verifikasi yang jelas, ia juga menyatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu (22/6) pagi, bahwa serangan yang dilakukannya itu merupakan keberhasilannya yang dianggap luar biasa.

Campur tangan AS dalam membantu serangan Israel terhadap Iran tersebut, telah memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi yang serius di wilayah Timur Tengah, sebagaimana kehancuran di Irak setelah invasi AS pada tahun 2003 silam.

Pada tanggal 13 Juni, Israel melancarkan serangan dengan menargetkan situs nuklir dan komandan militer tertinggi Iran, hal demikian itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Kedubes Iran Siap Bantu Evakuasi Warga Negara Indonesia di Tengah Situasi Konflik dengan Israel yang Semakin Memanas

Untuk diketahui, bahwa lebih dari 400 orang dikabarkan tewas dalam serangan Israel di Iran, sementara serangan balasan oleh Teheran di Israel telah menewaskan sedikitnya 24 orang.

AS sendiri melakukan serangan udara menggunakan bom penghancur bunker untuk menghancurkan tiga fasilitas nuklir utama di Iran. Target diserang dengan menggunakan jet pembom B2, menurut laporan media AS dilansir dari Aljazeera (22/6/2025).

"Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dan sepenuhnya dihancurkan. Tujuan kami adalah penghancuran kapasitas pengayaan nuklir Iran," ujar Trump.

Baca Juga: 47 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Gaza, 11 Orang Diantaranya Sedang Menunggu Bantuan

Adapun tiga fasilitas utama nuklir di Iran yang menjadi sasaran serangan AS tersebut yakni:

  1. Fordow, menurut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), tempat ini merupakan fasilitas pengayaan uranium bawah tanah yang dijaga ketat, terkubur ratusan meter di pegunungan dekat Qom, di wilayah barat laut Iran. Tempat ini dirancang untuk menampung hingga 2.976 sentrifus berputar, .
  2. Natanz, adalah kompleks pengayaan uranium terbesar di Iran, yang berisi ruang-ruang sentrifus yang luas, beberapa di antaranya berada di bawah tanah. Kompleks ini telah menjadi pusat utama program nuklir Iran dan lokasi berbagai upaya sabotase di masa lalu – dan terkena serangan Israel pada gelombang pertama serangan pada tanggal 13 Juni.
  3. Isfahan, merupakan pusat penelitian dan produksi nuklir penting yang mencakup fasilitas konversi uranium dan pabrik pembuatan bahan bakar. Pusat ini berperan penting dalam menyiapkan bahan baku untuk pengayaan dan penggunaan reaktor.

Baca Juga: Israel Perintahkan Warga Rafah Gaza Mengungsi: Ancaman Baru bagi Palestina?

Selama bertahun-tahun, Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, namun Iran dianggap bersikeras untuk tetap menjalankan program nuklirnya untuk tujuan sipil.

Hal ini ditentang oleh Kepala IAEA Rafael Grossi, yang menolak klaim bahwa Teheran hampir membuat bom atom. Meski demikian, pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa merasa kekhawatir dengan keputusan Iran yang memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen.

Teheran meningkatkan pengayaan tersebut pasca Trump keluar dari perjanjian penting terkait nuklir tahun 2015 melalui Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada tahun 2018 yang telah membatasi aktivitas nuklir Iran.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Meningkat, Menlu RI Harapkan Ketegangan Segera Selesai Agar Cegah Situasi Memburuk

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.