Hadir di Ponpes Zawiyah Garut, Wagub Erwan: Peran Penting Ulama Bangun Akhlak dan Spiritualitas Masyarakat Jawa Barat

AKURAT JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, melakukan kunjungan ke Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia mendatangi pondok Pesantren Zawiyah, pada Jumat (18/4/2025).
Kedatangannya ke pondok pesantren tersebut itu ialah dalam rangka kegiatan Haol Syaikhuna Badruzzaman, sosok ulama yang memiliki keluhuran ilmu serta seorang tokoh yang karismatik.
Dilansir dari laman jabar.nu.or.id, Syaikhuna Badruzzaman adalah ulama yang hidupnya melewati tiga fase kondisi Indonesia, fase Indonesia dijajah Belanda, fase masuknya Jepang dan masa Indonesia merdeka.
Pada dua fase penjajahan Indonesia, ulama asal Ponpes Alfalah Biru di Garut tersebut turut andil memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui tentara umat Islam yang ia bentuk, yakni Laskar Hizbullah.
Ia juga aktif dibeberapa organisasi, ia aktif di Al Muwafaqoh, lalu bersama ulama Sukabumi KH Ahmad Sanusi mendirikan PUI tahun 1942. Ia juga bergabung dengan Masjumi setelah Indonesia merdeka, sempat aktif juga di PSII dan pernah di partai PERTI.
Hal inilah yang membuat sosok ulama yang juga keturunan Sunan Gunung Djati tersebut mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perkembangan umat Islam dan bangsa Indonesia.
Wagub Jabar Erwan Setiawan menekankan, bahwa ulama memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk akhlak serta karakter generasi muda, terutama di tengah kemajuan era digital saat ini.
Menurutnya, pertemuan dengan para ulama di Garut tersebut bukan hanya dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi saja, tetapi juga sebagai momen dalam meneladani langkah-langkah yang telah diambil oleh para ulama dalam membangun peradaban Islam di Jawa Barat.
"Alhamdulillah, hari ini saya bisa bertemu dengan bapak ibu sekalian. Ini bukan hanya sekedar mengenang, tetapi juga untuk meneladani jejak serta ajaran para ulama besar dalam peradaban Islam di Jawa Barat," kata Erwan, dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (18/4/2025).
Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat Jawa Barat harus bersyukur karena Provinsi ini memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak di Indonesia, dengan total 12.121 pesantren menurut Kementerian Agama.
Dengan demikian, kata Erwan, keberadaan pesantren-pesantren ini menjadi penguat dalam pembentukan karakter generasi muda yang memiliki akhlak yang baik.
Ia juga bersyukur, karena dengan pendekatan spiritual dan akhlak mulia, Islam bisa berkembang dengan damai di tanah Nusantara, serta mampu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi: Museum Batutulis Jadikan Simbol Identitas Budaya dan Pusat Edukasi Sejarah Sunda
"Pondok Pesantren Zawiyah berperan penting dalam membentuk generasi muda di Jawa Barat," imbuhnya.
Menurut Erwan, pesantren ini telah memberikan kontribusi besar dalam membangun karakter dan spiritualitas masyarakat Jawa Barat, terutama di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, sebagai pusat pemberdayaan umat dan penjaga ukhuwah Islamiah.
Baca Juga: Lestarikan Warisan Budaya, Pemprov Jabar Batasi Pemanfaatan Gedung Sate
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 4Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 5Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos




