Jabar

Gubernur Jabar Luncurkan Aplikasi Nyari Gawe: Permudah Akses Kerja Tanpa Pungli dan Antrian Panjang

| 8 Oktober 2025, 20:34 WIB
Gubernur Jabar Luncurkan Aplikasi Nyari Gawe: Permudah Akses Kerja Tanpa Pungli dan Antrian Panjang

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM secara resmi meluncurkan sebuah aplikasi pencarian kerja “Nyari Gawe” bertempat di PT Sun Bright Lestari Kabupaten Indramayu, pada Selasa (7/10/2025).

Aplikasi Nyari Gawe ini merupakan wujud nyata Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan pro rakyat, terutama untuk memfasilitasi para pencari kerja di kawasan industri seperti di Indramayu dan wilayah lainnya.

Proses pencarian kerja melalui aplikasi "Nyari Gawe" ini tergolong mudah. Data para pencari kerja tersebut, seperti nama dan nomor telepon, akan disalurkan oleh Dinas Tenaga Kerja kepada pihak perusahaan terkait.

Baca Juga: Wagub Erwan Dampingi Kunjungan Kerja Wapres Gibran ke Indramayu, Tinjau Sejumlah Program Strategis

"Kemudian, oleh HRD dipanggil untuk seleksi, tidak perlu melamar. Jadi tidak usah capek-capek,” ujar KDM dalam acara peluncuran tersebut.

Menurut KDM, kehadiran aplikasi tersebut bukan sebatas tentang langkah digitalisasi layanan ketenagakerjaan, melainkan sebuah bentuk nyata dalam membuka peluang kerja di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Aplikasi ini juga diharapkan dapat menjadi inovasi dalam menjembatani antara kebutuhan industri dengan para pencari kerja lokal secara lebih cepat, efisien, dan transparan.

Baca Juga: Pemprov Jabar Kirim Ribuan Tenaga Kerja Terlatih Magang ke Jepang, Gandeng Kemenaker dan LPKSO

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas peluncuran aplikasi “Nyari Gawe” tersebut.

Ia menilai, bahwa aplikasi tersebut mampu membawa perubahan positif dalam proses rekrutmen calon tenaga kerja dengan menciptakan sistem yang lebih teratur dan mencegah praktik pungutan liar yang selama ini kerap merugikan para pencari kerja.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya aplikasi ini. Selama ini kami prihatin melihat orang mau kerja sampai desak-desakan, bahkan ada yang pingsan. Padahal mereka mau bekerja, bukan meminta uang,” ungkap Lucky.

Baca Juga: Serasi, Semarak Vokasi dan 4 Aksi: Gebrakan Jabar Tingkatkan Mutu SMK dan Link and Match Industri

Ia menegaskan, bahwa pemerintah daerah telah berulang kali mengingatkan agar proses rekrutmen tenaga kerja terbebas dari segala bentuk pungutan.

“Kalau mau kerja di pabrik sepatu harus bayar dua juta, dua setengah juta, beli seragam, itu tidak boleh. Dengan aplikasi ini semuanya lebih jelas dan bisa diakses langsung,” tegas Lucky.

Tercatat ada sebanyak 100 pencari kerja hadir langsung di lokasi saat kegiatan peluncuran berlangsung. Sebanyak 16 perusahaan juga turut hadiri secara langsung (luring), dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 530 orang.

Baca Juga: Rayakan 535 Tahun Majalengka, KDM Minta Siapkan SDM Unggul Sambut Industri Strategis di Jabar Utara

Sementara, 17 perusahaan lainnya bergabung secara daring dan menawarkan sebanyak 11.500 penempatan kerja yang tersedia hingga akhir tahun 2025 ini.

Berdasarkan proyeksi, jumlah potensi lowongan kerja diprediksi naik hingga mencapai angka 25 persen hingga tahun 2026, dengan total lowongan mencapai 14.375 formasi pekerjaan.

Untuk itu, masyarakat dapat segera mengunduh aplikasi "Nyari Gawe" melalui tautan s.id/appNyariGawe. Aplikasi ini rencananya juga akan tersedia di Play Store dalam waktu dekat ini.

Baca Juga: Jembatani Mahasiswa PTKI dengan Dunia Kerja dan Industri, Kemenag Rilis Program PRIMA Magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.