Jabar

Purwakarta Luncurkan Gerakan Poe Ibu dan Buka Pos Pengaduan, Bupati Om Zein: Ajak Warga Bergerak dengan Kepedulian

| 7 Oktober 2025, 17:19 WIB
Purwakarta Luncurkan Gerakan Poe Ibu dan Buka Pos Pengaduan, Bupati Om Zein: Ajak Warga Bergerak dengan Kepedulian

AKURAT JABAR - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein resmi meluncurkan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sekaligus membuka Pos Pengaduan Poe Ibu bertempat di Taman Katresna, pada Senin (6/10/2025).

Gerakan solidaritas sosial ini bukan hanya sekadar program biasa, lebih dari itu program ini merupakan gerakan untuk mengajak orang lain mau berbagi dengan menyisihkan uang senilai Rp. 1.000 setiap harinya.

Dengan semangat menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Sunda, Program Poe Ibu diinisiasi dengan semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh - sebuah gerakan yang menekankan pentingnya saling mengasah kemampuan, saling menyayangi, serta saling membantu sesama.

Baca Juga: Rereongan Sapoe Sarebu: Gerakan Kolektif Seribu Rupiah Setiap Hari untuk Solidaritas Warga Jabar

Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari dikeluarkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 149/PMD.03.04/KESRA tentang Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu.

Surat Edaran tersebut dikeluarkan Pemprov Jabar dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Adapun peluncuran program ini berlangsung di Pendopo Setda Purwakarta, dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), para kepala desa, serta perwakilan dari elemen masyarakat.

Baca Juga: DPRD Jabar Kritik Program Poe Ibu, Dinilai Bertentangan dengan Kebijakan Sebelumnya, KDM: Hanya Ajakan Solidaritas, Bukan Kewajiban

Om Zein juga menuturkan bahwa gerakan tersebut memiliki potensi yang sangat besar jika dijalankan dengan baik dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.

"Di lingkungan Setda saja ada sekitar 300 ASN yang hari ini serentak menyumbang seribu rupiah. Bisa dibayangkan jika seluruh ASN, kepala desa, dan masyarakat ikut berpartisipasi," ucapnya.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Purwakarta, ada sebanyak 12.500 aparatur yang terdiri dari PNS sebanyak 5.853 orang,2.221 PPPK, 4.426 tenaga paruh waktu, serta terdapat 183 kepala desa.

Baca Juga: Ono Surono Dorong Sosialisasi Gerakan Rereongan Sapoe Saribu: Wujud Gotong Royong untuk Kesejahteraan Rakyat Jawa Barat

Dengan jumlah tersebut, potensi dana yang dapat terkumpul melalui Gerakan Poe Ibu tersebut dinilai sangat signifikan dalam upaya mendukung berbagai program kesejahteraan sosial.

Bupati Om Zein juga menegaskan, donasi Poe Ibu tersebut bukan pungutan wajib dan hanya bersifat sukarela. ASN dan masyarakat dapat berpartisipasi kapan saja secara ikhlas melalui kotak donasi yang telah disediakan di setiap kantor pemerintahan dan fasilitas publik.

"(Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu) Ini bukan kewajiban, tapi bentuk kepedulian sosial," imbuhnya.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Luncurkan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu: Dari Warga, Oleh Warga, untuk Warga

Dana yang terkumpul dari donasi Poe Ibu tersebut, kata Om Zein, nantinya akan difokuskan untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

Selain itu, Pemda Kabupaten Purwakarta juga telah membuka Pos Pengaduan Poe Ibu yang berlokasi di Taman Katresna dan mulai beroperasi pada Selasa (7/10/2025), pukul 09.00–15.00 WIB setiap hari kerja.

Namun, Bupati menjelaskan bahwa tidak semua orang yang mengadu otomatis akan menerima bantuan, tetapi hanya bagi mereka yang terbukti memiliki keterbatasan yang akan diprioritaskan.

Baca Juga: Pemdaprov Jabar Resmi Terbitkan Surat Edaran Penertiban Pungutan di Jalan Umum

Prioritas utama yang akan menerima manfaat dari Program Poe Ibu ini adalah warga yang memiliki persoalan seperti terkendala biaya transportasi dan kebutuhan selama berobat meskipun memiliki BPJS Kesehatan. 

Bantuan juga akan dialokasikan kepada anak-anak yang rentan putus sekolah serta keluarga miskin yang membutuhkan dukungan. Hingga saat ini, kotak Poe Ibu telah disimpan di sejumlah titik layanan publik untuk memudahkan partisipasi warga.

Meskipun hanya dengan seribu rupiah, Purwakarta telah membuktikan bahwa kepedulian tidak mengenal batas. Gerakan tersebut bukan hanya tentang uang, namun tentang nurani yang tergerak untuk saling membantu.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Larang Penggalangan Dana di Jalan, Tak Boleh Ganggu Ketertiban Umum

"Gerakannya bisa dilakukan setiap hari, bahkan sehari dua kali pun boleh. Tidak ada paksaan, yang penting dengan keikhlasan," pungkas Bupati Purwakarta, Om Zein.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.