Jabar

Saling Ancam! Iran Serang Israel Dengan Rudal Sebagai Balasan Atas Pengeboman AS di Tiga Lokasi Penting Nuklir Iran.

| 23 Juni 2025, 11:40 WIB
Saling Ancam! Iran Serang Israel Dengan Rudal Sebagai Balasan Atas Pengeboman AS di Tiga Lokasi Penting Nuklir Iran.

AKURAT JABAR - Ketegangan Iran dan Israel semakin memuncak setelah Amerika Serikat melakukan pengeboman terhadap tiga situs nuklir utama Iran. Kedua belah pihak saling melancarkan serangan rudal balasan yang memperburuk situasi di wilayah Timur Tengah.

Berdasarkan informasi dari Kantor berita pemerintah Iran, bahwa dua serangan dengan 27 rudal telah diluncurkan Teheran yang menargetkan bandara utama Israel Ben Gurion dekat Tel Aviv, fasilitas penelitian serta pusat komando, pada hari Minggu (22/6/2025).

Sirene menyala di sebagian besar wilayah Israel saat serangan udara itu tiba. Jutaan warga dievakuasi ke ruang aman dan tempat perlindungan bom ketika ledakan dan intersepsi rudal terlihat di atas pusat komersial Tel Aviv, Yerusalem, kota pelabuhan Haifa serta bagian Israel lainnya.

Baca Juga: Bantu Israel Lawan Iran, AS Mengaku Sukses Hancurkan Tiga Lokasi Penting Nuklir di Iran

Menurut laporan petugas darurat Israel yang dikutip dari laman Al Jazeera, menyebutkan bahwa sebanyak 20 orang dikabarkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

"Ini tentu pertama kalinya kami melihat dua serangan rudal datang dalam waktu yang berdekatan. Biasanya, ada jeda waktu beberapa jam di antara setiap serangan rudal. Kali ini, jeda waktunya kurang dari setengah jam," ujar Nour Odeh, melaporkan dari Amman, Yordania, Minggu (22/6/2025).

Adapun daerah yang menjadi sasaran - kata Nour Odeh - melingkupi dataran tinggi Golan yang diduduki di Suriah hingga Galilea Atas serta sampai Israel utara dan tengah. Serangan tersebut berdampak terhadap 10 lokasi terpisah baik dengan rudal secara langsung atau karena pecahan peluru besar.

“Terdapat kerusakan parah di lokasi tersebut, terutama di wilayah Tel Aviv dan Haifa,” ungkap Nour Odeh menerangkan.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Meningkat, Menlu RI Harapkan Ketegangan Segera Selesai Agar Cegah Situasi Memburuk

Tim penyelamat kemudian melakukan penyisiran dari Tel Aviv dan Haifa ke arah utara. Terlihat apartemen hancur berkeping-keping serta bangunan dan mobil-mobil hancur di sepanjang jalan yang dipenuhi puing-puing. Para petugas medis juga mengevakuasi sejumlah warga yang terluka dari deretan rumah yang hancur.

Tentara Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan, bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait tidak adanya peringatan terhadap serangan udara yang dibunyikan di Haifa.

Tohid Asadi melaporkan dari Teheran, dilansir dari Al Jazeera - bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) diduga menggunakan salah satu rudal tercanggih mereka, yang dinamai Kheibar Shekan, sebagai serangan balasan yang dilancarkan Israel sebelumnya.

Baca Juga: 47 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Gaza, 11 Orang Diantaranya Sedang Menunggu Bantuan

“Mengindikasikan bahwa mereka kini mengerahkan salah satu rudal tercanggih mereka, Kheibar Shekan, sebagai bagian dari tindakan balasan, karena serangan Israel terus menargetkan fasilitas nuklir Iran, lokasi militer. dan bangunan perumahan,” Ujar Tohid Asadi.

Rudal Kheibar Shekan sendiri pernah digunakan pada tahun 2022, yang juga dikenal sebagai Khorramshahr-4. Rudal ini diyakini memiliki muatan terberat dari persenjataan rudal balistik Iran. 

Rudal balistik Iran tersebut diperkirakan dapat menjangkau hingga capaian 1.450 km (900 mil). Nama Khorramshahr-4 berasal dari kota Khorramshahr di Iran, senjata ini menjadi saksi pertempuran sengit selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an.

Baca Juga: Israel Perintahkan Warga Rafah Gaza Mengungsi: Ancaman Baru bagi Palestina?

Dipihak lain, Israel juga melancarkan serangkaian gelombang pengeboman lain di Iran bagian barat terhadap pasukan militer sebagai sasaran. Militer Israel sebelumnya menyebut bahwa serangan yang akan dilancarkannya itu akan menghancurkan peluncur rudal Iran dan menargetkan tentara.

Di sisi lain, tengah terjadi pertukaran rudal terbaru antara musuh-musuh di Timur Tengah pasca pengeboman yang dilakukan tentara AS terhadap situs nuklir Iran di Natanz Isfahan dan Fordow, yang diklaim Presiden Donald Trump telah berhasil menghancurkan ketiga fasilitas tersebut.

Trump bahkan mengancam akan menyerang sejumlah target lainnya untuk menghancurkan Iran dengan alasan yang dibuatnya sebagai misi perdamaian.

Baca Juga: Indonesia Terhimpit Perang Dagang Trump? Ini 11 Fakta dan Langkah Strategis Prabowo

"Jika perdamaian tidak segera terwujud, kami akan menyerang target-target lainnya dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Iran mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai opsi untuk mempertahankan diri dari serangan AS. Iran bahkan balik mengancam dengan memberikan peringatan keras berupa “konsekuensi abadi” jika AS menyatakan diri bergabung dalam perang tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran juga mengutuk terhadap serangan yang dilancarkan AS terhadap fasilitas nuklirnya. Serangan itu dianggap sebagai pelanggaran berat yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap hukum internasional.

“Dunia tidak boleh lupa bahwa Amerika Serikat-lah yang - di tengah proses diplomatik - mengkhianati diplomasi, dengan mendukung tindakan agresif Israel. Dan sekarang melancarkan perang berbahaya terhadap Iran,” ujar Kemenlu Iran.

Baca Juga: Kedubes Iran Siap Bantu Evakuasi Warga Negara Indonesia di Tengah Situasi Konflik dengan Israel yang Semakin Memanas

"Sangat jelas bahwa AS tidak mematuhi aturan atau etika apa pun, dan demi memajukan tujuan rezim pendudukan dan genosida, tidak menyisakan pelanggaran hukum atau kejahatan,” sambungnya.

Sementara itu, Israel melalui otoritas bandara negara mengatakan pihaknya akan membuka kembali penerbangan di wilayahnya pada hari Minggu (22/6) mulai pukul 11:00 GMT, karena harus memulangkan ribuan warga negaranya yang terlantar di luar negeri akibat perang dengan Iran.

Bandara Ben Gurion akan dibuka untuk pendaratan mulai pukul 02:00 siang hingga 08:00 malam. Hal ini disampaikan pihaknya sebagai bagian dari Operasi Pemulangan warga negara secara Aman oleh Pemerintah Israel.

Baca Juga: Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI dari Iran, Pastikan Keselamatan 386 Warga Indonesia Dari Zona Konflik

Sebagian besar maskapai penerbangan terus menghindari sebagian besar wilayah Timur Tengah setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran, informasi ini dilansir dari laman pelacakan penerbangan, FlightRadar24.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.