Jabar

Evakuasi Korban Longsor di Lokasi Tambang Galian C Gunung Kuda Cirebon Resmi Dihentikan, Warga Diimbau Waspada

| 7 Juni 2025, 13:23 WIB
Evakuasi Korban Longsor di Lokasi Tambang Galian C Gunung Kuda Cirebon Resmi Dihentikan, Warga Diimbau Waspada

AKURAT JABAR - Tim gabungan operasi pencarian dan pertolongan terhadap para korban bencana longsor di lokasi tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat resmi dihentikan pada Kamis (5/6/2025) pukul 16.30 WIB.

Penghentian pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun material longsor tersebut dilakukan demi keselamatan seluruh personil yang bertugas di lapangan.

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukannya asesmen lanjutan serta hasil rapat koordinasi yang dilakukan oleh berbagai pihak sebagai dasar pertimbangan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Cabut Izin Tambang Longsor Gunung Kuda Cirebon, Sebut Sudah Lama Peringati Berkali-Kali Tak Digubris

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, usai dilakukannya asesmen dan rapat tersebut.

Sebelumnya asesmen lokasi menggunakan UAV Thermal dan pemetaan risiko dilakukan tim gabungan pada pukul 06.30 waktu setempat. Tim gabungan ini terdiri dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama engineer PT. Indocement, serta unsur teknis lainnya.

Lebih lanjut, dari hasil pengukuran yang dilakukan itu menunjukkan adanya penurunan tanah sejauh 20 cm di atas Worksite B. Hal ini menandakan bahwa kondisi tanah sangat tidak stabil dan membahayakan seluruh personel SAR.

Baca Juga: Dinsos Jabar Salurkan Bantuan Makanan Senilai 27 Juta untuk Penanganan Longsor Tambang di Cirebon

Berdasarkan paparan teknis hasil temuan di lapangan dan adanya pertimbangan keselamatan, maka disepakati bahwa operasi pencarian dan pertolongan tidak dapat dilanjutkan.

Hal ini dilakukan karena situasi dan kondisi di lapangan yang begitu sangat berisiko serta tidak memungkinkannya dilakukan pencarian lanjutan.

Adapun rapat koordinasi ini dilaksanakan bersama Bupati Cirebon, jajaran Forkopimda, Basarnas, Inspektur Tambang Kementerian ESDM, PT. Indocement, serta melibatkan unsur perwakilan keluarga korban.

Baca Juga: Evakuasi Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon, KDM Tuntut Pengelola Tambang

SAR Mission Coordinator (SMC) secara resmi mengusulkan penghentian operasi pencarian pada pukul 16.30 WIB dan pengembalian seluruh unsur SAR ke kesatuan kerjanya masing-masing.

Hingga Senin (5/6) sore, total korban jiwa akibat longsor di tambang galian C Gunung Kuda Cirebon yakni sebanyak 31 orang. Dari 31 orang tersebut, diketahui bahwa enam orang selamat, 21 orang dikabarkan meninggal dan empat orang lagi masih dalam pencarian.

Sedangkan penanganan lorsor yang terjadi sejak hari Jumat, 30 Mei 2025 ini melibatkan sebanyak 773 orang yang berasal dari berbagai instansi dan organisasi, diantaranya Basarnas, BPBD, Dinkes, TNI/Polri, Tagana, SAR swasta, serta komunitas dan relawan setempat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Cirebon Jadi Yogyakarta-nya Jawa Barat: Bersiap Mentereng di Usia 543 Tahun

Selain itu, sejumlah alat berat juga turut diturunkan untuk membantu evakuasi seperti Rescue Truck, Rescue Car Compartment, 2 unit Rescue Double Cabin, 5 unit ekskavator dan 2 unit wheel loader.

Evakuasi juga didukung peralatan lainnya seperti Total Station, satu set peralatan komunikasi dan medis, Drone Thermal dan sembilan unit ambulans. Bahkan Polda Jawa Barat menurunkan tiga ekor K-9 untuk mendukung pencarian korban.

Sementara itu, berdasarkan hasil kajian Inspektur Tambang ESDM dan peralatan Total Station milik PT. Indocement, bahwa tanggal 4 Juni telah terjadi penurunan bidang gelincir di atas worksite sejauh 4 meter.

Baca Juga: Pelanggaran Tambang di Subang Disidak Gubernur Dedi Mulyadi: Tindak Tegas Perusak Lingkungan dan Infrastruktur!

Sedangkan pada tanggal 5 Juni telah terjadi kembali penurunan tanah sejauh 2,5 meter di atas Worksite B serta menunjukan bidang longsor yang sangat labil sehingga memaksa tim untuk mengisolasi area dengan radius 350 meter demi keselamatan seluruh personel.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area longsor di Gunung Kuda, Cirebon, karena kondisi tanah masih sangat labil dan berbahaya.

Masyarakat yang berada di sekitar lereng dan perbukitan juga diminta untuk waspada, terutama saat kondisi hujan deras atau terjadi gempa bumi.

Baca Juga: Tim Gabungan Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal di Cianjur, Diduga Tak Kantongi Izin dan Rusak Lingkungan

Pihak BNPB menyebut, jika hujan berlangsung lebih dari satu jam, lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Pastikan hanya mengikuti informasi resmi dan terverifikasi. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.