Kunjungi SMAN 1 Padalarang, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat Berikan Motivasi Kepada Siswa

AKURAT JABAR - Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Atip Latipulhayat melakukan kunjungan ke SMAN 1 Padalarang dan berikan motivasi kepada sejumlah siswa, pada Jumat (14/3/2025).
Turut mendampingi Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat dan Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, Wamendikdasmen berkesempatan memberikan motivasi kepada seluruh siswa.
Dalam pemaparannya, Atip menegaskan bahwa semua manusia itu tidak ada yang dilahirkan bodoh. Karena semua diberi kecerdasan, hanya berbeda bentuk kecerdasannya yang bisa diperlihatkan pada perbedaan minat.
Baca Juga: BKM Minta Masjid Buka 24 Jam untuk Fasilitasi Pemudik Jelang Lebaran 2025
"Maka, sekolah hadir untuk menggali kecerdasan yang dimiliki para siswa. Siswa harus mengenal kecerdasan masing-masing, kemudian diasah selama sekolah. Jadi, tidak ada yang bodoh, hanya perbedaan kecerdasan masing-masing. Guru harus menggali kecerdasan siswanya," tegasnya, dilansir dari laman disdikjabarprov.go.id, Minggu (16/3/2025).
Setelah lulus dari sekolah, tambahnya, siswa akan menggapai masa depan cemerlang melalui gabungan dua hal.
"Satu, kecerdasan intelektual yang kalian punya dan dibina serta diasah di sekolah. Kedua, social intelligence (kecerdasan sosial). Kedua kunci itulah yang akan mengantarkan kesuksesan hidup," tuturnya.
Baca Juga: Pemprov Jabar Teken Kerjasama Sinergi TNI AD Manunggal Karya Bakti Berskala Besar
Selain itu, Wamendikdasmen mendorong juga para siswa untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan secara berkualitas.
"Karena, saat ini kita berada di dunia yang berkompetisi sangat ketat. Pemenangnya adalah mereka yang memiliki kualitas," ujar Atip.
Jadi, lanjut Atip, pemerintah lewat Kemendikdasmen ingin menghadirkan pendidikan yang berkualitas melalui program-program prioritas.
"Kesatu adalah penguatan literasi untuk mencapai kualitas kemampuan literasi. Karena, kita membaca baru tahap reading, belum pada understanding," ungkapnya.
Kedua, tambahnya, untuk peningkatan literasi numerik yang berkaitan dengan sciencetech. Kalau menggunakan parameter PISA (Program for International Student Assessment), penilaian ini berlaku pada level internasional untuk mata pelajaran tertentu, terutama sciencetech.
"Kementerian mendorong pelajaran sciencetech dengan pendekatan menyenangkan. Sehingga, lingkungan sekolah menjadi menyenangkan, joyfull learning," imbuhnya.
Baca Juga: Melalui Jabar Ngariung, Dedi Mulyadi Ajak Bupati dan Walikota Sinergi Bangun Jawa Barat Istimewa
Selain memberikan motivasi, Wamendikdasmen juga diajak berkeliling sekolah mengunjungi ruang podcast, green house, ruang hidroponik serta toilet siswa yang bersih dan nyaman.
Sementara itu, Sekdisdik Jabar, Deden Saepul Hidayat mengaku bersyukur sekolah di Jabar dikunjungi oleh Wamendikdasmen.
"Luar biasa, tadi ditampilkan beberapa hasil karya anak-anak kita dan beliau sangat mengapresiasi serta memberikan beberapa poin penting bagi anak-anak kita. Terutama dalam hal akademis, pendidikan karakter, termasuk mengembangkan potensinya," ungkapnya.
Baca Juga: Pemprov Jabar Teken Kerjasama Sinergi TNI AD Manunggal Karya Bakti Berskala Besar
Deden berharap, hal ini mampu memotivasi sekolah-sekolah lainya untuk menjadi lebih baik. Ia juga berharap adanya perhatian tinggi dari Kemendikdasmen untuk sekolah dengan fasilitas kurang.
"Kita juga berharap Pak Wamendikdasmen bisa mengunjungi sekolah-sekolah yang fasilitasnya perlu kita tingkatkan agar perhatian pemerintah pusat juga semakin tinggi kepada Jawa Barat," harapnya.
Sedangkan hal yang sama disampaikan Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, dirinya mengaku bersyukur karena sekolahnya dapat dikunjungi oleh Wamendikdasmen mengingat tidak semua sekolah mendapatkan kesempatan yang sama.
"Suatu kebanggaan sekolah kami ditunjuk oleh Kemendikdasmen untuk menerima kunjungan dari Pak Wamendikdasmen. Ternyata, jejak (prestasi) SMAN 1 Padalarang memang sudah terekam di pusat (Direktorat SMA)," ungkapnya.
Baca Juga: Pemda Provinsi Jabar Komitmen Rawat Masjid Raya
Ia berharap, praktik baik dari SMAN 1 Padalarang ini bisa dijadikan model percontohan untuk sekolah-sekolah yang ada di Jawa Barat.
"Karena, keberhasilan itu tidak instan, semua perlu proses dan yang mewujudkannya itu tidak sendiri, harus ada teamwork," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 2Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 3HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim
- 4Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 513.044 Pekerja Kena PHK di Jabar, 24 Ribu Lowongan Kerja Disiapkan
- 6Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 7Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang
- 8Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 9Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 10Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang




