Israel Deportasi Greta Thunberg dan Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Usai Cegat Armada Kemanusiaan ke Gaza

AKURAT JABAR - Aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg bersama 160 aktivis yang tergabung dalam gerakan Global Sumud Flotilla lainnya telah dideportasi oleh pihak Israel.
Deportasi ini dilakukan pasca insiden kapal yang ditumpangi mereka dicegat oleh Israel saat berusaha membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Setelah mereka diterbangkan oleh otoritas Israel, berdasarkan informasi yang dikutip dari Al Jazeera, dikabarkan bahwa mereka telah tiba di Athena pada Senin (6/10/2025).
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengabarkan bahwa pihaknya telah mendeportasi sebanyak 170 aktivis, sehingga jumlah keseluruhannya telah mencapai 341 orang.
Thunberg menyatakan bahwa sistem internasional telah gagal dalam menjalankan tanggungjawabnya, yang disebabkan oleh ketidakmampuan dalam mencegah kejahatan perang yang tengah terjadi.
Armada Global Sumud sendiri, kata Thunberg, dibentuk karena alasan pemerintah dunia tidak menjalankan kewajiban hukum mereka untuk melindungi warga sipil.
Baca Juga: Militer Israel Berhasil Cegat Kapal Terakhir Armada Global Sumud Flotilla, 450 Aktivis Ditahan
Di bandara Athena sendiri, sejumlah aktivis tersebut disambut meriah oleh massa yang mendukung gerakan mereka.
Massa aksi meneriakkan slogan “Kebebasan untuk Palestina” dan “Hidup armada flotilla" serta membentangkan bendera Palestina berukuran besar.
Di pihak lain, Kementerian Luar Negeri Slovakia menginformasikan bahwa 10 aktivis lainnya yang terdiri dari satu orang warga Slovakia dan sembilan orang asal Belanda, Kanada, dan Amerika Serikat telah sampai di negaranya.
Baca Juga: Kemlu Terus Memantau Keselamatan WNI dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza
Diketahui, bahwa Armada Global Sumud Flotilla melakukan pelayaran dari Barcelona, Spanyol, sejak awal September sebelum dicegat oleh angkatan laut Israel di perairan internasional mendekati Gaza.
Sebanyak lebih dari 470 aktivis dari berbagai negara yang menumpangi kapal flotilla ditangkap, dengan 171 orang dikabarkan telah dideportasi dan sebanyak 138 aktivis masih ditahan oleh Israel.
Para aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam gerakan Global Sumud flotilla tersebut melakukan perjalanan dengan sebuah misi membawa bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza yang diblokade Israel.
Baca Juga: Pesan Kuat Pidato Prabowo di PBB, Menkomdigi: Tegaskan Sikap Indonesia Tak Akan Diam soal Palestina
Akibat deportasi yang dilakukan Israel terhadap para aktivis tersebut, sehingga memicu gelombang kritik berskala internasional.
Peristiwa ini juga menunjukkan semakin memburuknya krisis kemanusiaan di Palestina yang telah berlangsung secara terus-menerus dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Aksi Akbar Bela Palestina: Menlu Sugiono: Indonesia Terdepan Membela Rakyat Kemerdekaan Palestina
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 4Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 5Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos




