Israel Deportasi 137 Aktivis Global Sumud Flotilla ke Turki Usai Dibajak Saat Pelayaran dalam Misi Kemanusiaan Menuju Gaza

AKURAT JABAR - Sebanyak 137 aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan untuk melakukan pelayaran menerobos blokade Israel dengan armada bantuan untuk warga Gaza dibajak militer Israel secara ilegal dan telah dideportasi ke Turki.
Kabar ini disampaikan oleh pihak Kementerian Luar Negeri Israel secara resmi, yang mengungkapkan bahwa proses deportasi tersebut dilakukan pada Sabtu (4/10/2025), dikutup dari CBS News.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian menerangkan bahwa para aktivis yang dideportasi tersebut berasal dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Italia.
Baca Juga: Militer Israel Berhasil Cegat Kapal Terakhir Armada Global Sumud Flotilla, 450 Aktivis Ditahan
Sebelumnya, empat aktivis asal Italia dikabarkan telah dideportasi pada Jumat (3/10/2025). Sementara, Israel menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya untuk segera memproses pemulangan semua aktivis yang nasih ditahan.
Armada kemanusiaan yang dikenal sebagai gerakan Global Sumud Flotilla melakukan pelayaran dari Spanyol sejak bulan lalu, membawa sekitar 50 kapal dan 500 aktivis, termasuk tokoh publik dan aktivis terkenal Greta Thunberg.
Tujuan utama gerakan Global Sumud Flotilla tersebut adalah untuk menembus blokade laut yang diberlakukan Israel terhadap Gaza dan mengirimkan bantuan makanan.
Baca Juga: Kemlu Terus Memantau Keselamatan WNI dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza
Namun, sebagian besar kapal dalam armada tersebut dicegat secara ilegal oleh Angkatan Laut Israel, yang memicu kecaman dari pemimpin seluruh dunia. Penghentian armada itu berlangsung pada Kamis (2/10/2025).
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam tindakan penangkapan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Kecamatan tersebut dilkntarkan pihak Turki karena menilai bahwa seluruh kapal aktivis dunia tersebut dicegat Israel saat mereka berada di perairan internasional. Menurut Associated Press, Kapal terakhir dalam armada juga dikabarkan telah dicegat pada Jumat (3/10/2025),.
Baca Juga: Presiden Prabowo Hadir di Pertemuan Multilateral Timur Tengah: Upaya Global Akhiri Konflik Gaza
Pihak Israel menyebut para aktivis yang ditahan tersebut diklaim sebagai “provokator” yang sengaja menghambat proses deportasi dan juga menuduh sejumlah negara menolak menerima penerbangan terhadap pemulangan mereka.
Tindakan Israel tersebut memicu gelombang protes berskala besar di berbagai belahan dunia, termasuk di Italia. Lebih dari dua juta orang ikut serta dalam aksi mogok nasional sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza, terhitung sejak Kamis (2/10/2025).
Sementara itu, puluhan ribu orang juga turun ke jalan yang berlangsung di Roma pada Sabtu (4/10/2025). Sedangkan di Spanyol, sekitar 70.000 orang menggelar demonstrasi serupa, tepatnya di Barcelona.
Baca Juga: Seruan New York: Prancis Bersama 14 Negara Serukan Pengakuan Palestina di Markas Besar PBB
Aksi serupa juga direncanakan digelar di Madrid dan Lisbon, Portugal. Pejabat di Yunani, bahwa telah memperkirakan bahwa demonstrasi besar akan terjadi di Athena sepanjang akhir pekan.
Baca Juga: Aksi Akbar Bela Palestina: Menlu Sugiono: Indonesia Terdepan Membela Rakyat Kemerdekaan Palestina
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 4Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 5Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos




