Militer Israel Berhasil Cegat Kapal Terakhir Armada Global Sumud Flotilla, 450 Aktivis Ditahan

AKURAT JABAR - Kapal bantuan terakhir yang tergabung dalam rombongan Global Sumud Flotilla menuju Gaza berhasil dicegat militer Israel sehari setelah sebagian besar kapal dihentikan, dilansir dari Reuters, Jumat (3/10/2025).
Kapal terakhir bernama Marinette yang ditumpangi aktivis tersebut dicegat Militer Israel berjarak 42,5 mil atau sekitar 79 km dari laut Gaza, Palestina.
Diperkirakan ada sebanyak 450 aktivis kemanusiaan untuk Gaza yang ditahan pihak Israel, termasuk aktivis yang berasal dari Swedia, Greta Thunberg.
Baca Juga: Kemlu Terus Memantau Keselamatan WNI dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza
Angkatan Laut Israel berhasil menguasai kapal dan mengamankan seluruh awak kapal tersebut. Mereka kemudian mengarahkan seluruh awak ke pelabuhan Ashdod.
Pihak penyelenggara Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa sebanyak 42 kapal rombongannya telah dicegat oleh militer Israel secara ilegal. Pasalnya mereka mengaku bahwa setiap armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan dan para relawan kemanusiaan.
Gerakan Global Sumud Flotilla sendiri merupakan upaya aktivis dari berbagai negara yang membawa tenaga medis dan jurnalis, mereka mencoba menantang blokade Israel. Armada baru yang terdiri dari 11 kapal itu mencoba berlayar menuju Gaza pada Jumat (3/10/2025).
Baca Juga: Presiden Prabowo Hadir di Pertemuan Multilateral Timur Tengah: Upaya Global Akhiri Konflik Gaza
Berdasarkan informasi dari live-tracker, sejumlah kapal tersebut berlayar di Laut Mediterania antara pulau Kreta dan Mesir. Sementara, para aktivis yang menumpangi kapal tersebut meneriakkan slogan “Bebaskan Palestina”.
Rekaman kamera di kapal Marinette menunjukkan bahwa para penumpang di dalamnya melihat sebuah kapal perang mendekat, sebelum kemudian tentara Israel membajak kapal mereka.
Hingga saat ini, juru bicara kementerian luar negeri Israel belum memberikan tanggapan terkait status kapal tersebut.
Baca Juga: Aksi Akbar Bela Palestina: Menlu Sugiono: Indonesia Terdepan Membela Rakyat Kemerdekaan Palestina
Diketahui, Armada tersebut melangsungkan pelayaran pada akhir Agustus lalu. Mereka memutuskan berangkat sebagai upaya terbaru dalam menantang blokade laut Israel menuju Gaza.
Sebelumnya armada tersebut telah mendapatkan peringatan karena dianggap melanggar blokade dan mendekati zona pertempuran. Sementara, pihak Israel telah menawarkan diri untuk menyalurkan bantuan secara aman ke Gaza.
Tercatat ada empat warga asal negara Italia, yang diketahui adalah anggota parlemen telah dideportasi. Sementara sisanya masih dalam proses menuju deportasi. Semua peserta armada disebut aman dan dalam kondisi sehat.
Demonstran pro-Palestina turun ke jalan di berbagai kota Eropa, serta di Karachi, Buenos Aires, dan Mexico City untuk memprotes pencegatan armada Global Sumud Flotilla. Puluhan ribu warga Italia juga melakukan aksi mogok masal sehari untuk mendukung misi armada.
Baca Juga: Seruan New York: Prancis Bersama 14 Negara Serukan Pengakuan Palestina di Markas Besar PBB
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 4Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 5Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos




