Jabar

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Revitalisasi Kawasan Wisata Situ Bagendit

| 19 Juli 2025, 16:39 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Revitalisasi Kawasan Wisata Situ Bagendit

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM melakukan peninjauan ke Situ Bagendit Zona 3, di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Kamis (17/7/2025).

Dalam kunjungannya tersebut, KDM menegaskan bagaimana pentingnya pelestarian serta penataan Situ Bagendit sebagai kawasan yang memiliki banyak potensi besar dalam berbagai sektor, seperti sektor sumber daya air, perikanan, dan pariwisata.

Ia menilai, potensi yang ada di kawasan Situ Bagendit tersebut dapat otomatis dimanfaatkan secara optimal jika kawasan tersebut terjaga dan terkelola secara baik.

Baca Juga: Jadikan Situ Cigangsa Destinasi Wisata Unggulan Purwakarta, Om Zein: Membangun dari Hati Masyarakat

KDM sendiri sangat menyayangkan terhadap kondisi akses menuju kawasan situ tersebut, yang dinilainya masih belum layak. Jalan yang rusak dan rumput liar di sepanjang tepi jalan menjadi hambatan bagi pengembangan kawasan wisata tersebut.

"Sepanjang jalan masuk ke sini jalannya rusak, rumput di pinggir-pinggir jalan masih tinggi. Bagaimana orang mau datang ke Situ Bagendit jika kondisinya seperti ini?" ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang dilakukan antara pemerintah dan masyarakat untuk menata kembali kawasan tersebut.

Baca Juga: Terapkan Rekayasa Lalu Lintas, Arus Mudik dan Wisata di Jawa Barat Meningkat

Revitalisasi, Menurut KDM - penting untuk dilakukan yang diawali dari pembersihan tumbuhan liar seperti eceng gondok, pelebaran aliran sungai, pengerukan sedimentasi, hingga penataan kawasan supaya lebih nyaman.

Selain itu, beberapa bangunan liar yang ada di sekitar sungai tersebut juga harus ditata ulang, mempercantik kios-kios pedagang, serta produk yang hendak dijual dibuat lebih menarik serta berkualitas.

"Kalau pedagang mau dagangannya laku, situnya harus dikeruk, sungainya diperlebar, jalannya diperbaiki, rumputnya dibabat. Bangunan-bangunan liar di pinggir sungai juga harus dipindahkan, kios pedagang dipercantik, dan dagangannya harus enak," terang KDM.

Baca Juga: Karst Citatah Hilang dari Peta Kawasan Lindung! SEMMI Jabar: Dugaan Manipulasi Tata Ruang demi Kepentingan Komersil

Gubernur Kang Dedi Mulyadi juga mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menyayangi alam secara tulus, termasuk untuk kawasan Situ Bagendit.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya boleh hanya sebatas menikmati manfaat dari keberadaan situ, namun juga harus aktif menjaga dan merawatnya.

Pembersihan eceng gondok, menurut KDM - tidak perlu menunggu sampai menumpuk, akan tetapi harus dilakukan secara bertahap agar tidak mempersulit proses pembersihan akibat sudah terlalu banyak.

Baca Juga: Hadir di Ponpes Zawiyah Garut, Wagub Erwan: Peran Penting Ulama Bangun Akhlak dan Spiritualitas Masyarakat Jawa Barat

"Bapak Ibu semuanya harus menyayangi alam, termasuk menjaga kelestarian Situ Bagendit. Jangan tunggu eceng gondok menumpuk baru dibersihkan. Kalau sudah keburu banyak, malah jadi repot. Rawatlah karena manfaatnya juga kembali untuk warga," imbuhnya.

Zona 3 Situ Bagendit memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya. Masjid Apung Al Munawaroh Musa Kartalegawa dengan menara setinggi 32 meter adalah salah satu daya tariknya.

Melalui menara tersebut, para pengunjung dapat menikmati pemandangan di kawasan Situ Bagendit secara menyeluruh dari ketinggian.

Baca Juga: Panen Jagung di Garut, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Sektor Pertanian Sebagai Pilar Utama Ekonomi Desa

Gubernur KDM berharap seluruh pihak dapat bekerjasama secara aktif agar Situ Bagendit menjadi sebuah kawasan yang tertata, bersih, serta mampu meningkatkan manfaat baik dari segi ekonomi maupun sosial terhadap warga sekitar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.