Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siap Lunasi Sisa Proyek Pembangunan Rp621 Miliar

AKURAT JABAR - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memiliki ketersediaan dana yang cukup untuk melunasi tunggakan sisa pekerjaan pembangunan tahun 2025.
Adapun nilai tunggakan yang akan dibayarkan untuk melunasi sisa pekerjaan pembangunan tahun sebelumnya mencapai angka Rp621 miliar.
Pria yang akrab disapa KDM ini menjelaskan bahwa sumber dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) serta setoran pajak kendaraan bermotor.
Baca Juga: DPRD dan KDM Pastikan Tunda Bayar Proyek Infrastruktur Jabar Rp621 Miliar Rampung Januari 2026
Berdasarkan pantauan kas daerah, penerimaan pajak kendaraan terus meningkat setiap harinya seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat.
"Saya berterima kasih kepada para wajib pajak kendaraan bermotor yang sangat bersemangat menunaikan kewajibannya," ujar KDM di Bandung, Kamis (22/1/2026).
Audit Ketat: Kualitas Buruk Tidak Akan Dibayar
Meskipun demikian, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proses pelunasan tersebut tidak akan dilakukan secara sembarangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan audit secara menyeluruh terhadap hasil setiap pekerjaan pembangunan untuk memastikan kualitasnya sesuai standar.
Oleh karena itu, audit tersebut akan mengategorikan hasil proyek ke dalam klasifikasi sangat baik, baik, atau kurang baik. Langkah ini merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah dalam mengelola keuangan negara.
"Kami tidak akan membayar penuh untuk pekerjaan yang kualitasnya kurang baik," tegas KDM secara langsung.
Baca Juga: Pajak Kendaraan Bermotor Jawa Barat 2026: KDM Pastikan Tak Ada Kenaikan
Minta Masyarakat Ikut Mengawasi Proyek
Selain itu, KDM mengajak seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat untuk aktif melakukan pengawasan terhadap infrastruktur di wilayahnya.
Sebab, partisipasi publik sangat penting guna menjamin hasil pembangunan yang berkualitas tinggi dan tahan lama.
Ia mempersilakan warga untuk mengirimkan kritik maupun saran melalui media sosial terkait hasil pembangunan yang ada di lapangan.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Jawa Barat 2025: KDM Tuntaskan Jalan dan Reboisasi
Alhasil, pemerintah daerah dapat melakukan kontrol langsung dan memberikan teguran kepada pihak pengembang jika ditemukan masalah.
Sehingga, transparansi ini menjadi kunci utama KDM dalam memimpin Jawa Barat. Pada akhirnya, sinergi antara pembayaran yang tepat waktu dan kualitas pekerjaan yang mumpuni akan mempercepat kemajuan infrastruktur di Tanah Pasundan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 2MK Hapus Presidential Threshold, DPR Diminta Siapkan Aturan Pencalonan Pilpres 2029
- 3Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 4Dinkes Jabar Catat 10 Kasus Influenza, Balita dan Dewasa Paling Banyak Terdampak
- 5Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel
- 6Waspada Influenza A di Bandung, Farhan Minta Orang Tua Tak Paksa Anak Masuk Sekolah
- 7DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 8Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 9DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 10Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026





