Jabar Siaga Darurat Bencana! Gubernur Dedi Mulyadi Larang Euforia dan Tiadakan Pesta Kembang Api Tahun Baru

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tidak akan menyelenggarakan pesta kembang api atau perayaan yang bersifat hura-hura dalam menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan warga di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Sebagai pengganti pesta pora, KDM menginstruksikan para ASN di lingkungan Pemprov Jabar untuk menggelar doa bersama di Gedung Sate.
Ia juga mengimbau masyarakat luas untuk mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang lebih khidmat dan produktif di rumah masing-masing.
"Pemprov tidak mengadakan perayaan. Kita lebih memilih monitoring di lapangan dan menggelar doa bersama di Gedung Sate. Saya harap masyarakat juga melakukan hal serupa, kumpul dan makan bersama keluarga saja," ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa (23/12/2025).
Waspada Cuaca Ekstrem dan Status Siaga Darurat
Kebijakan meniadakan euforia ini bukan tanpa alasan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jawa Barat akan diguyur hujan lebat saat malam pergantian tahun.
Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjadi ancaman yang sangat nyata.
Saat ini, Gubernur telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana untuk seluruh (27) kabupaten dan kota di Jawa Barat melalui Kepgub Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025. Status ini berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026 mendatang.
"Akhir tahun ini saya harapkan diisi dengan doa. Jangan ada ekspresi berlebihan. Tetap waspada saat di jalan maupun di tempat wisata, perhatikan curah hujan yang sedang tinggi," imbuhnya.
Baca Juga: Peringatan Dedi Mulyadi: Mitigasi Bencana Jabar Tak Boleh Parsial, Seluruh Daerah Harus Siaga
Alokasi Anggaran dan Mitigasi Bencana
Dalam Kepgub tersebut, KDM meminta para kepala daerah di Jabar untuk segera menyiapkan segala instrumen mitigasi, termasuk alokasi anggaran darurat untuk penanganan dampak bencana.
"Pembiayaan untuk penanganan status siaga darurat ini bersumber dari APBD Provinsi dan sumber sah lainnya sesuai aturan. Kepala daerah harus siap siaga menghadapi potensi banjir bandang, cuaca ekstrem, hingga longsor," tegasnya.
Dedi Mulyadi mengajak seluruh warga Jabar menjadikan momentum tahun baru sebagai bahan evaluasi diri, bukan sekadar pelampiasan euforia yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem: PLN Jabar Ajak Warga Amankan Listrik saat Musim Hujan, Beri 7 Tips Pencegahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





