Jabar

Peringatan Dedi Mulyadi: Mitigasi Bencana Jabar Tak Boleh Parsial, Seluruh Daerah Harus Siaga

| 26 November 2025, 11:20 WIB
Peringatan Dedi Mulyadi: Mitigasi Bencana Jabar Tak Boleh Parsial, Seluruh Daerah Harus Siaga

AKURAT JABAR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memerintahkan seluruh pemerintah daerah (Pemda) di Jabar agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ia menekankan pentingnya tindakan komprehensif karena potensi bencana dapat terjadi setiap saat. KDM menyampaikan hal ini di Bandung, Senin (24/11/2025).

Menurut dia, kesiapsiagaan bukan hanya soal tim, tetapi juga ketersediaan sarana dan prasarana yang mutlak memadai di setiap daerah.

Secara gamblang, Pemda Provinsi Jabar akan memberikan dukungan penuh pada fase pencegahan dan penanganan pasca bencana.

 

Baca Juga: Demi Kejar Ketertinggalan, Pemprov Targetkan Bangun SSB Jawa Barat Profesional

 

Revitalisasi Kantor Wilayah untuk Mitigasi Bencana Jabar

Langkah nyata Pemprov Jabar adalah merevitalisasi lima kantor wilayah Gubernur. Fungsi baru kantor-kantor ini adalah sebagai pusat komando penanganan kebencanaan.

Kelima kantor wilayah yang menjadi pusat komando tersebut berlokasi di Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Garut.

Oleh karenanya, KDM menegaskan bahwa BPBD Provinsi Jabar tidak akan lagi terpusat hanya di Bandung.

"BPBD provinsi nanti tidak akan terpusat di Bandung tapi ada di semua kantor wilayah Gubernur dengan kelengkapannya," kata KDM.

"Untuk itu, sebagian kelengkapan sudah kami beli terhitung mulai tahun ini," tambah dia.

 

Baca Juga: Gubernur KDM Terima Manifesto Sunda Raya, Janji Pembenahan Sungai di Jabar

Kunci Sukses: Pencegahan dan Sinergi Total

Terkait penanganan, KDM menggarisbawahi bahwa upaya ini membutuhkan kesatuan tindakan. Menurutnya, tidak ada tempat untuk penanganan yang bersifat parsial atau setengah-setengah.

Oleh karena itu, seluruh unsur pemerintahan, ditambah partisipasi masyarakat, harus bersinergi di bawah koordinasi Pemda Provinsi Jabar.

KDM memandang bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana di Jabar.

Ia juga menyebutkan bahwa tindakan pencegahan sering ia lakukan sebagai langkah konkret.

"Contoh yang sering saya lakukan kan pencegahan, yaitu saya membenahi aliran sungai yang sebenarnya bertujuan untuk mencegah bencana," jelasnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Tiga Kades di Telukjambe Kerja Bareng Normalisasi Sungai

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.