Jabar

Hajat Bumi Desa Linggamukti: 44 Tahun Menjaga Warisan, Merawat Kebersamaan

| 24 April 2025, 11:10 WIB
Hajat Bumi Desa Linggamukti: 44 Tahun Menjaga Warisan, Merawat Kebersamaan

AKURAT JABAR - Berkenaan dengan hari jadi Desa Linggamukti yang ke-44, sebagai wujud rasa syukur, gelaran perayaan dilakukan melalui sebuah Hajat Bumi sebagai manifestasi kekompakan, kebersamaan dan rasa syukur masyarakat desa.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein menyampaikan apresiasi kepada Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Ia juga berharap acara seperti ini dijadikan role model bagi desa lainnya.

Om Zein, sapaan akrab Bupati Purwakarta menyebut bahwa Hajat Bumi Milangkala Desa Linggamukti adalah acara yang istimewa. Hal itu tercermin dari kultur pedesaan yang penuh kekerabatan, bersaji menu santapan khas daerah.

Baca Juga: Bupati Om Zein Lepas Tim Damkar Berlaga di Tingkat Provinsi Jawa Barat: Jangan Hanya Andalkan Fisik!

Hajat Bumi, menurut Om Zein harus dijadikan ruh spirit perjuangan para tokoh-tokoh pendiri dan menjadi pengingat terhadap jejak langkah para pendiri yang telah mengukir sejarahnya.

Dalam hal ini, ia juga mengajak kaula muda sebagai generasi pelanjut peradaban di masa depan untuk membayangkan kiprah para pendahulunya yang bahu membahu secara bersama-sama membangun desa ini dengan alat seadanya.

"Bayangan cangkul yang membelah tanah, keringat yang membasahi dahi, dan semangat juang yang membara tergambar jelas dalam setiap cerita yang terlontar," kata Om Zein, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga: Bupati Om Zein dan PGRI Purwakarta Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan

Yang terpenting dari perayaan Hajat Bumi menurutnya bukan terletak pada kemewahan seremoninya, melainkan harus termanifestasikan dalam wujud syukur atas anugerah yang turun, keberlanjutan desa serta atas adanya pewarisan nilai-nilai agung yang secara turun-temurun terus terjaga.

"Hajat Bumi menjadi perekat yang menghimpun seluruh elemen masyarakat, menyatukan mereka dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat," kata Om Zein.

Lewat Perayaan ini pula, tutur Om Zein, nilai-nilai kebersamaan dan semangat gotong royong menggambarkan ciri khas rakyat Indonesia yang merasuk pada diri masyarakat Desa Linggamukti.

Baca Juga: Menuju Purwakarta Mandiri dan Berdaya Saing, Om Zein Bahas Raperda RPJMD di DPRD

"Semoga semangat ini terus berkibar, menginspirasi desa-desa lain untuk turut melestarikan tradisi luhur dan mempererat tali persaudaraan," ucapnya.

"Semoga Desa Linggamukti semakin maju dan berkembang, tetap kokoh berdiri di atas pondasi sejarah dan kebersamaan yang telah terbangun selama 44 tahun," tutur Om Zein.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta,  Zyusef Gusnawan, yang juga sebagai tokoh setempat mengatakan bahwa wujud syukur Desa Linggamukti tercermin dalam Hajat Bumi Milangkala Desa ini.

Baca Juga: Sempat Viral, Bupati Om Zein Berantas Parkir Liar di Cirata dan Beri Solusi Delapan Oknum Jukir yang Sempat Diamankan

Zyusef berharap, sifat guyub, rukun dan saling membantunya masyarakat tersebut harus menghadirkan rasa sareundeuk saigel sabobot sapihanean tetap hadir di setiap zamannya.

Ia juga menekankan tradisi Hajat Bumi tersebut penting untuk terus dilestarikan dalam upaya menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong sebagai ciri khas masyarakat di bumi Indonesia.

Menurut Zyusef, hadirnya Om Zein sebagai Bupati Purwakarta di perayaan ini membuat acara tidak hanya semakin meriah, melainkan apresiasi tinggi Pemda justeru menjadi bukti dukungan terhadap budaya lokal serta keikutsertaan warga dalam menjaga kesinambungannya.

Baca Juga: Om Zein Resmi Buka Layanan Akhir Pekan MPP Madukara: Langkah Nyata Tingkatkan Pelayanan Publik

"Hajat Bumi Milangkala Desa Linggamukti bukan hanya sekadar perayaan tahunan, melainkan juga sebuah momentum untuk mempererat tali silaturahmi, mengingatkan akan pentingnya kebersamaan, dan  menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa tercinta," ucap Zyusef Gusnawan.

Ia berharap, spirit kolektifitas dan esensi luhur yang digambarkan dalam perayaan ini menjadi inspirasi serta bisa dijadikan contoh oleh seluruh desa yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga: Aplikasi Ogan Lopian: Sistem Terintegrasi untuk Respon Cepat Layanan Publik di Purwakarta

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.