Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek

AKURAT JABAR – Peringatan Milad KAHMI ke-60 Purwakarta diisi dengan kegiatan Jalan Santai dan Ngosrek Istimewa. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein membuka langsung kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan tersebut memadukan olahraga, silaturahmi, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Peserta tidak hanya berjalan santai, tetapi juga ikut membersihkan kawasan yang menjadi bagian dari rute kegiatan.
Rangkaian acara dimulai dari halaman Bale Guru Linuhung Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Setelah jalan santai, peserta melanjutkan kegiatan Ngosrek dengan menyusuri kawasan Jalan Baru hingga mencapai titik finis.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam atau KAHMI yang ke-60.
Baca Juga: Pererat Ikatan Hijau Hitam, KAHMI dan HMI Purwakarta Gelar Buka Bersama di Gedung Rakyat
Bupati Purwakarta Buka Rangkaian Kegiatan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Milad KAHMI ke-60.
Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan. Selain itu, kegiatan juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peringatan organisasi pun tidak hanya berlangsung melalui kegiatan seremonial. Panitia dan peserta mengisinya dengan aktivitas yang berkaitan langsung dengan kepedulian sosial dan lingkungan.
Jalan Santai dan Ngosrek Istimewa menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, alumni KAHMI, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Melalui kegiatan bersama tersebut, komunikasi dan silaturahmi dapat terjalin dalam suasana yang lebih dekat.
Baca Juga: Nahkodai MW KAHMI Jawa Barat, Suherman Saleh Siap Akselerasi Pembangunan Daerah
Ngosrek Jadi Gerakan Peduli Kebersihan
Bupati Saepul Bahri Bin Zein menjelaskan bahwa Ngosrek merupakan salah satu program yang dijalankan di Kabupaten Purwakarta.
Gerakan tersebut mengajak masyarakat memungut sampah sekaligus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Karena itu, Ngosrek tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membersihkan lingkungan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat agar semakin peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Bupati menilai kebersihan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Peran masyarakat juga diperlukan agar lingkungan tetap terawat secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati dalam kegiatan Milad KAHMI ke-60.
“Melalui kegiatan Ngosrek, kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ini bukan sekadar memungut sampah, tetapi membangun kebiasaan dan kesadaran bersama,” ujar Bupati.
Jalan Santai Dilanjutkan Ngosrek
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Jalan Santai dari halaman Bale Guru Linuhung Dinas Pendidikan Purwakarta.
Para peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan Ngosrek. Mereka menyusuri kawasan Jalan Baru sembari melakukan aktivitas kebersihan hingga menuju lokasi finis.
Konsep tersebut membuat kegiatan memiliki dua sisi. Peserta mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik sekaligus ikut berkontribusi menjaga kebersihan ruang publik.
Kegiatan juga berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Peserta dari berbagai unsur dapat berinteraksi sambil menjalankan aktivitas yang memiliki tujuan sosial.
Dengan demikian, peringatan Milad KAHMI ke-60 tidak hanya menjadi agenda internal organisasi. Kegiatan tersebut juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: Konsolidasi Strategis, MW KAHMI Jawa Barat Gelar Rakorwil III di Indramayu
Kebersihan Membutuhkan Peran Masyarakat
Persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah dapat menyediakan program dan fasilitas, tetapi keberlanjutannya juga bergantung pada kebiasaan masyarakat.
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu bentuk sederhana kepedulian terhadap lingkungan. Begitu pula dengan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kebersihan di lingkungan tempat tinggal dan ruang publik.
Melalui Ngosrek, masyarakat diajak terlibat secara langsung. Peserta tidak hanya menerima imbauan mengenai kebersihan, tetapi ikut melakukan kegiatan tersebut di lapangan.
Pendekatan ini juga memperkuat semangat gotong royong. Warga, pemerintah, organisasi, dan berbagai unsur masyarakat dapat bekerja bersama dalam menjaga lingkungan.
Milad KAHMI Jadi Momentum Silaturahmi
Selain mengangkat isu kebersihan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Kehadiran alumni KAHMI dalam kegiatan bersama juga memberikan ruang untuk memperkuat komunikasi. Begitu pula dengan keterlibatan masyarakat dan berbagai elemen lainnya.
Silaturahmi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena peserta dapat bertemu dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
Jalan santai memberikan ruang untuk berinteraksi. Setelah itu, kegiatan Ngosrek mengarahkan peserta pada aktivitas bersama yang memiliki tujuan sosial.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan organisasi dapat dikemas dalam bentuk yang memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Ngosrek Dorong Budaya Hidup Bersih
Gerakan Ngosrek juga memiliki kaitan dengan upaya membangun budaya hidup bersih di Kabupaten Purwakarta.
Kebersihan lingkungan tidak cukup dilakukan secara insidental. Kebiasaan menjaga lingkungan perlu dibangun secara konsisten agar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Karena itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan tersebut.
Dalam konteks Milad KAHMI ke-60, pesan kepedulian lingkungan dipadukan dengan kegiatan olahraga dan silaturahmi. Peserta dapat bergerak bersama sekaligus melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi lingkungan.
Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ruang edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga kebersihan ruang publik.
KAHMI dan Semangat Pengabdian kepada Masyarakat
Peringatan Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta menjadi momentum untuk menghubungkan kegiatan organisasi dengan kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut tidak berhenti pada perayaan usia organisasi. Peserta juga terlibat dalam aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Jalan Santai dan Ngosrek Istimewa menjadi contoh bagaimana sebuah momentum peringatan dapat diisi dengan kegiatan yang mengandung unsur kebersamaan.
Pemerintah daerah juga dapat membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat melalui kegiatan yang memiliki manfaat langsung.
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk ikut menjaga lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan berbagai elemen di daerah.
Baca Juga: Om Zein Dorong Kader HMI Perkuat Nilai Keislaman di Tengah Disrupsi Digital
Peserta Ikut Bersihkan Rute Kegiatan
Sepanjang kegiatan, peserta tidak hanya mengikuti rute Jalan Santai. Mereka juga berkontribusi dalam menjaga kebersihan kawasan yang dilewati.
Kegiatan kemudian berlanjut hingga Jalan Baru sebagai lokasi finis.
Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa kebersihan lingkungan dapat menjadi bagian dari kegiatan masyarakat sehari-hari.
Semangat gotong royong menjadi salah satu pesan yang muncul dari kegiatan tersebut. Ketika masyarakat terlibat bersama, pekerjaan menjaga kebersihan dapat dilakukan dengan lebih ringan.
Pada saat yang sama, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran bahwa ruang publik merupakan tanggung jawab bersama.
Peringatan KAHMI ke-60 Tidak Sekadar Seremonial
Peringatan Dies Natalis KAHMI ke-60 di Purwakarta akhirnya tidak hanya menjadi agenda perayaan organisasi.
Kegiatan Jalan Santai dan Ngosrek Istimewa memberikan ruang bagi peserta untuk berolahraga, bersilaturahmi, dan berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian utama dari kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.
Melalui gerakan Ngosrek, masyarakat diajak membangun kebiasaan menjaga kebersihan. Sementara itu, momentum Milad KAHMI ke-60 menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, alumni KAHMI, dan masyarakat.
Pada akhirnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas. Tidak hanya memperingati perjalanan enam dekade KAHMI, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan di Kabupaten Purwakarta. (Red)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau










