YCMS 2026 Bandung Cetak Ilmuwan Muda, Target Tembus Ajang Internasional

AKURAT JABAR - Young Change-Maker Summit (YCMS) 2026 kembali digelar sebagai wadah pengembangan talenta muda di bidang sains dan inovasi.
Ajang ini dinilai menjadi ruang strategis untuk melahirkan calon ilmuwan muda Indonesia sejak jenjang pendidikan SMP hingga SMA.
Ketua Yayasan BPK Penabur Bandung, Erwien Kosasih, menegaskan bahwa YCMS tidak sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan mental generasi muda agar siap menghadapi persaingan global.
Menurutnya, kegiatan ini mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan inovatif melalui kompetisi ilmiah.
“Hari ini kami menggelar Young Change-Maker Summit, yaitu kompetisi bagi calon ilmuwan muda tingkat SMP dan SMA dari berbagai kota di Indonesia,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Erwien menilai, generasi muda perlu memiliki semangat kompetitif yang sehat agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Ia juga menyinggung pesan dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, yang dinilai relevan dalam membangun karakter pelajar masa kini.
Pesan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat penting bagi siswa untuk memanfaatkan waktu secara optimal dan terus mengembangkan potensi diri.
“Kita harus terus berlomba dan tidak boleh kalah dari bangsa lain,” katanya.
Lebih jauh, Erwien mengungkapkan harapan besar terhadap masa depan YCMS. Setelah dua tahun berjalan dalam skala nasional, pihak penyelenggara menargetkan ajang ini dapat berkembang menjadi kompetisi bertaraf internasional.
“Kalau Tuhan izinkan, tahun depan kita internasional,” ucapnya.
Baca Juga: PKL SMK Jadi 1 Tahun, Strategi Jabar Cetak Lulusan Siap Kerja dan Tahan Uji Industri
Dorong Inovasi Pelajar untuk Dampak Global
Sementara itu, Sekretaris I BPK Penabur Bandung, James Martin Aryadi Budiman, menjelaskan bahwa pelaksanaan YCMS 2026 mengalami peningkatan dari sisi cakupan dan kualitas dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun ini, kegiatan tersebut menghadirkan pembicara utama dari kalangan pemerintah, yakni Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.
Kehadiran tokoh nasional ini diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus wawasan bagi para peserta.
Selain itu, tema inovasi yang diusung dalam kompetisi juga diarahkan agar memiliki dampak luas, tidak hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga bagi masyarakat global.
“Anak-anak didorong untuk berkiprah, menemukan sesuatu, dan berinovasi demi manfaat bagi kehidupan kita masing-masing maupun bagi dunia,” ujar James.
Menurutnya, peserta dari jenjang SMP dan SMA diberikan tantangan untuk menciptakan solusi atas berbagai persoalan nyata. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk pola pikir kritis dan kreatif sejak dini.
Dengan tantangan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Tema-tema yang diberikan cukup menantang agar mereka terus terpacu menemukan hal-hal baik yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan masyarakat,” tutupnya.
Baca Juga: Disdik Jabar Terapkan Pembinaan 3 Bulan bagi Siswa Pelaku Perundungan, Utamakan Pendekatan Edukatif
Bangun Generasi Inovator Sejak Dini
YCMS 2026 menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong lahirnya generasi inovator muda Indonesia.
Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global yang semakin ketat, kemampuan berinovasi menjadi kunci utama dalam menentukan daya saing bangsa.
Melalui ajang ini, pelajar tidak hanya diuji dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir solutif terhadap berbagai isu, mulai dari lingkungan, teknologi, hingga sosial kemasyarakatan.
Dengan target menuju level internasional, YCMS diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk menunjukkan potensi mereka di kancah global.
Ajang ini sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya talenta unggul, sejalan dengan kebutuhan masa depan yang menuntut kreativitas, inovasi, dan daya saing tinggi.
Baca Juga: Uji Publik SPMB Jabar 2026 Digelar, Disdik Pastikan Sistem Penerimaan Lebih Matang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 2MK Hapus Presidential Threshold, DPR Diminta Siapkan Aturan Pencalonan Pilpres 2029
- 3Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 4Dinkes Jabar Catat 10 Kasus Influenza, Balita dan Dewasa Paling Banyak Terdampak
- 5Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel
- 6Waspada Influenza A di Bandung, Farhan Minta Orang Tua Tak Paksa Anak Masuk Sekolah
- 7DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 8Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 9DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 10Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026






