Jabar

Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025: Whoosh Jadi Primadona Turis Asing

| 3 Februari 2026, 15:46 WIB
Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025: Whoosh Jadi Primadona Turis Asing

AKURAT JABAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melaporkan tren positif pada sektor pariwisata di penghujung tahun. Data kunjungan wisatawan Jawa Barat 2025 menunjukkan peningkatan secara drastis.

Peningkatan kunjungan wisatawan Jawa Barat 2025 terutama melalui moda transportasi kereta cepat Whoosh dan perjalanan domestik.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Ninik Anisah, mengungkapkan bahwa kunjungan Warga Negara Asing (WNA) menggunakan Whoosh mencapai 23.025 orang sepanjang Desember 2025. Angka ini melonjak 38,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025 Naik Drastis, Kawasan Bogor dan Bandung Masih Mendominasi

 

Pergerakan Wisman Melalui Kertajati dan Whoosh

Meskipun kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara tahunan menurun 68,06 persen dibanding 2024, Bandara Kertajati tetap mencatat pertumbuhan bulanan yang impresif.

Sebanyak 395 wisman, yang didominasi warga Singapura, masuk melalui Kertajati pada Desember 2025 atau naik 118,23 persen dari November.

Selain itu, popularitas Whoosh sebagai gerbang masuk turis asing semakin tak terbendung. Sepanjang tahun 2025, total WNA yang menggunakan Whoosh mencapai 200.308 kunjungan.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 41,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Whoosh Jadi Primadona, Kunjungan Wisatawan Jawa Barat 2025 Mengalami Lonjakan Signifikan

 

Wisnus Pecahkan Rekor Sejak 2021

Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan performa luar biasa.

Menggunakan data Big Data Mobile Positioning Device (MPD), BPS mencatat perjalanan wisnus sepanjang 2025 mencapai 211,76 juta perjalanan.

“Angka ini naik 26,50 persen dibanding 2024 dan menjadi rekor tertinggi sejak tahun 2021,” jelas Ninik Anisah, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Jabar Naik 30 Persen, Ini Strategi Disparbud Jaga Tren Positif

Selanjutnya, wilayah Bodebek dan Bandung Raya masih menjadi magnet utama dengan kontribusi 52,06 persen dari total perjalanan.

Kota Bogor memimpin sebagai destinasi favorit dengan 15,04 persen, disusul Kota Bandung dan Kota Bekasi.

Baca Juga: Jumlah Wisatawan di Jabar Melesat, Bogor Jadi Magnet Utama Liburan

 

Dampak Positif Terhadap Okupansi Hotel

Geliat kunjungan wisatawan Jawa Barat 2025 berdampak langsung pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel. TPK hotel bintang pada Desember 2025 menyentuh angka 58,13 persen.

Kota Bandung mencatatkan okupansi tertinggi sebesar 69,64 persen, melampaui Kota Cirebon dan Kota Bogor.

Tidak hanya itu, durasi menginap tamu juga menunjukkan data unik. Tamu asing tercatat menginap rata-rata 2,38 malam, sementara tamu domestik 1,28 malam.

Baca Juga: BPS Jabar Rilis Kenaikan Wisatawan Ke Jawa Barat Melalui BIJB

Menariknya, Kabupaten Purwakarta dan Karawang menjadi wilayah dengan rata-rata lama menginap tamu asing terlama, yakni mencapai lebih dari 6 malam.

Pada akhirnya, sinergi infrastruktur transportasi seperti Whoosh dan optimalisasi destinasi unggulan menjadi kunci keberhasilan pariwisata Jawa Barat tahun ini.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi dan Wisata, Gubernur Dedi Mulyadi Resmikan Rute Wings Air Bandung-Semarang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.