Jabar

Target 52 Persen: Disdik Jabar Tingkatkan Akses Pendidikan Disabilitas Jabar

| 12 Desember 2025, 15:54 WIB
Target 52 Persen: Disdik Jabar Tingkatkan Akses Pendidikan Disabilitas Jabar

AKURAT JABAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) memanfaatkan Peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional sebagai momentum penting untuk menggenjot Akses Pendidikan Disabilitas Jabar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar, Deden Saepul Hidayat, menghadiri peringatan tersebut di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung, pada Rabu (10/12/2025).

Peringatan itu menampilkan berbagai penampilan seni, pameran karya siswa, dan gelar wicara seputar pendidikan khusus.

"Kami yakin kita tidak fokus pada seremonial, melainkan mengingat esensinya. Oleh karena itu, kegiatan ini mengimplementasikan upaya memberi ruang bagi seluruh penyandang disabilitas,” ujar Deden.

Baca Juga: Disdik Jabar Pancawaluya SLB Inklusif Diperkuat, Cetak Guru Hebat untuk Pendidikan Karakter

 

Tantangan dan Upaya Peningkatan Akses Pendidikan

Deden menjelaskan bahwa tantangan utama pendidikan khusus saat ini ialah peningkatan akses. Faktanya, Akses Pendidikan Disabilitas Jabar baru mencapai angka 52 persen dari populasi anak disabilitas di wilayah tersebut.

Menyikapi hal ini, Disdik Jabar terus berupaya meningkatkan persentase tersebut. Sebagai langkah konkret, salah satu upayanya meliputi penambahan jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri dan mendorong pendirian ratusan SLB swasta. Saat ini, SLB negeri sudah berjumlah 60, sementara SLB swasta mencapai 300-an.

“Dengan demikian, peluang akses pendidikan sudah terbuka lebar. Namun demikian, harus ada kolaborasi antara Disdik dan juga UPI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Renovasi SLB Negeri A Pajajaran Untuk Sekolah Rakyat, Sekda Herman: Jamin Proses Pembelajaran Lancar dan Aman

 

Kolaborasi dan Sosialisasi untuk Anak Disabilitas

Deden mengharapkan hari ini dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk bergerak bersama guna memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.

Secara spesifik, tujuannya adalah agar anak disabilitas dapat mengenyam pendidikan khusus di sekolah yang tersedia.

Baca Juga: Pertama di Indonesia! SLBN Cicendo Hadirkan Masjid Inklusif Disabilitas Jawa Barat dengan Teknologi Cahaya

Ketua Pelaksana Acara, Nadia Mumtaz, mengatakan bahwa peringatan ini merupakan upaya memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri melalui karya dan pameran.

"Anak disabilitas mampu menunjukkan karyanya secara bebas. Sebab, kami percaya tak ada aturan yang menghalangi mereka untuk berkarya,” pungkasnya.

Baca Juga: SLBN Cicendo Raih Juara Pertama Sayembara Video Perpisahan Sekolah Jawa Barat 2025

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.