Jabar

Digitalisasi Humas: Diskominfo Jabar Tuntut Pranata Humas Kuasai Ngonten, Komunikasi, dan Branding

| 11 Desember 2025, 11:40 WIB
Digitalisasi Humas: Diskominfo Jabar Tuntut Pranata Humas Kuasai Ngonten, Komunikasi, dan Branding

AKURAT JABAR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar IKP Talk #13 dengan fokus pada transformasi peran humas pemerintahan.

Diskominfo Jabar Tuntut Pranata Humas Kuasai tiga keahlian utama: mampu memproduksi konten (ngonten), komunikasi efektif (ngomong), dan penguatan citra daerah (branding).

IKP Talk bertema "Humas Kekinian: Jago Ngonten, Jago Ngomong, Jago Branding" tersebut berlangsung pada Rabu (10/12/2025), melalui sesi luring dan daring.

Baca Juga: Perkuat Akurasi Berita: Diskominfo Purwakarta Jalin Sinergi Media Purwakarta Digital dengan LPM Lokawarta STAI Muttaqien

 

Tuntutan Adaptasi Humas di Era Digital

Sekretaris Diskominfo Provinsi Jabar, Bayu Rukhmana, menjelaskan bahwa pranata humas pemerintahan saat ini wajib lebih adaptif, solutif, dan kreatif.

Tuntutan ini muncul untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era digital yang serba cepat.

"Dulu, humas hanya menyebar rilis dan menunggu terbit di koran. Saat ini, situasinya sudah jauh berbeda. Humas dituntut adaptif, kreatif, sekaligus solutif," ujar Bayu.

Penetrasi media sosial yang kuat meminta informasi yang cepat, menarik, dan mudah dimengerti.

Bayu menambahkan, jika pesan yang disampaikan monoton atau membosankan, pesan pembangunan akan sulit diterima atau dipahami masyarakat.

Baca Juga: Raih Sertifikasi ISO 27001, Diskominfo Buktikan Purwakarta Siap Jadi Daerah Digital Aman

 

Tiga Pilar Kunci Humas Kekinian

Bayu merinci tiga pilar yang harus dikuasai oleh pranata humas Jabar:

  • Jago Ngonten: Humas harus mampu menerjemahkan data-data pembangunan yang kompleks menjadi konten yang sederhana dan mudah dipahami, sebab Content Is The King.
  • Jago Ngomong: Kemampuan public speaking tidak hanya terbatas pada pidato, tetapi juga mencakup kemampuan menyampaikan pesan dengan tenang di depan kamera wartawan dan keahlian bernegosiasi. "Bahasa birokrasi harus diubah, disesuaikan dengan audiens, dan menyentuh hati," tegasnya.
  • Jago Branding: Branding diartikan sebagai upaya membangun reputasi dan kepercayaan, bukan sekadar pencitraan kosong. Ini mencakup kemampuan mengemas wajah Jabar dengan baik.

Kabid IKP Diskominfo Jabar, Nidar N. Naim, menambahkan bahwa IKP Talk ini menjadi wadah sharing dan mengasah kemampuan komunikasi verbal para pranata humas.

Baca Juga: Diskominfo Purwakarta Tata Ulang Kabel Internet dan TV, Jaga Estetika dan Keamanan Warga

Pentingnya Responsif Bukan Reaktif

Acara ini menghadirkan narasumber ahli seperti Vidi Sukmayadi, Ph.D. dan Elliana Susan S.Sos., M.M., M.I.Kom.

Vidi Sukmayadi menekankan aspek kepercayaan publik.

"Humas itu harus responsif bukan reaktif untuk membangun kepercayaan. Hal ini dicapai melalui aksi dan tindakan yang tepat, bukan sekedar cepat," ujar Vidi.

Baca Juga: Diskominfo Purwakarta Gelar Bimtek dan Pelatihan, Perkuat Transparansi dan Efisiensi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.