Disdik Jabar Pancawaluya SLB Inklusif Diperkuat, Cetak Guru Hebat untuk Pendidikan Karakter

AKURAT JABAR – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Pancawaluya untuk jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB).
Pelatihan ini bertujuan memperkuat Pendidikan Inklusif berkualitas bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus.
Disdik Jabar bekerja sama dengan Self Learning Institute. Pelatihan ini diikuti 40 pelatih dari berbagai SLB di Jabar dan berlangsung di Eco Camp, Kabupaten Bandung, pada Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: Disdik Jabar Evaluasi Program Smater untuk Perluas Akses Pendidikan Menengah
Pancawaluya: Standar Karakter dan Kemandirian Siswa SLB
Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemprov Jabar. Tujuannya adalah menghadirkan pendidikan karakter Pancawaluya sebagai standar moral, perilaku, dan kompetensi belajar di Jawa Barat.
Purwanto menambahkan, program ini dirancang untuk membentuk pribadi yang mandiri, mampu menyesuaikan diri, serta meregulasi perilaku.
Selain itu, peserta didik diharapkan memiliki keterampilan relevan sesuai kekhususan masing-masing.
Para peserta ToT nantinya akan melaksanakan in house training di SLB mereka masing-masing sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Kadisdik Purwanto Buka IHT Panca Waluya Purwakarta 2025, Libatkan 387 Sekolah
Tantangan Implementasi dan Pendekatan Konstruktivisme
Direktur Self Learning Institute, Moch. Irvan Efrizal, menyampaikan bahwa penerapan Pancawaluya di SLB memiliki tantangan tersendiri.
Hal ini disebabkan oleh karakteristik siswa yang beragam, mulai dari jenjang TK hingga SMA dengan latar belakang keterbatasan yang berbeda.
"Karena itu, pelatih harus mampu merelevansikan Pancawaluya dalam strategi pembelajaran melalui pemahaman potensi, asesmen kepribadian, dan karakteristik setiap peserta didik,” ucapnya.
Koordinator Pengawas SLB Jabar, Deded Koswara, mengungkapkan, Pendidikan Karakter Pancawaluya memberikan peluang besar bagi peningkatan kemandirian peserta didik.
Dia juga menekankan, pembelajaran di SLB menggunakan pendekatan konstruktivisme, di mana pengetahuan dibangun melalui pengalaman dan situasi nyata.
Dengan demikian, lanjutnya, Pancawaluya berfungsi sebagai praktik kehidupan sehari-hari yang mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





