Jabar

Disdik Jabar Pancawaluya SLB Inklusif Diperkuat, Cetak Guru Hebat untuk Pendidikan Karakter

| 20 November 2025, 23:24 WIB
Disdik Jabar Pancawaluya SLB Inklusif Diperkuat, Cetak Guru Hebat untuk Pendidikan Karakter

AKURAT JABAR – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Pancawaluya untuk jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB).

Pelatihan ini bertujuan memperkuat Pendidikan Inklusif berkualitas bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus.

Disdik Jabar bekerja sama dengan Self Learning Institute. Pelatihan ini diikuti 40 pelatih dari berbagai SLB di Jabar dan berlangsung di Eco Camp, Kabupaten Bandung, pada Selasa (18/11/2025).

Baca Juga: Disdik Jabar Evaluasi Program Smater untuk Perluas Akses Pendidikan Menengah

Pancawaluya: Standar Karakter dan Kemandirian Siswa SLB

Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemprov Jabar. Tujuannya adalah menghadirkan pendidikan karakter Pancawaluya sebagai standar moral, perilaku, dan kompetensi belajar di Jawa Barat.

Purwanto menambahkan, program ini dirancang untuk membentuk pribadi yang mandiri, mampu menyesuaikan diri, serta meregulasi perilaku.

Selain itu, peserta didik diharapkan memiliki keterampilan relevan sesuai kekhususan masing-masing.

Para peserta ToT nantinya akan melaksanakan in house training di SLB mereka masing-masing sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Kadisdik Purwanto Buka IHT Panca Waluya Purwakarta 2025, Libatkan 387 Sekolah

Tantangan Implementasi dan Pendekatan Konstruktivisme

Direktur Self Learning Institute, Moch. Irvan Efrizal, menyampaikan bahwa penerapan Pancawaluya di SLB memiliki tantangan tersendiri.

Hal ini disebabkan oleh karakteristik siswa yang beragam, mulai dari jenjang TK hingga SMA dengan latar belakang keterbatasan yang berbeda.

"Karena itu, pelatih harus mampu merelevansikan Pancawaluya dalam strategi pembelajaran melalui pemahaman potensi, asesmen kepribadian, dan karakteristik setiap peserta didik,” ucapnya.

Baca Juga: Dari Barak ke Kehidupan Nyata: Disdik Jabar Siapkan Sistem Pemantauan Digital bagi Alumni Panca Waluya

Koordinator Pengawas SLB Jabar, Deded Koswara, mengungkapkan, Pendidikan Karakter Pancawaluya memberikan peluang besar bagi peningkatan kemandirian peserta didik.

Dia juga menekankan, pembelajaran di SLB menggunakan pendekatan konstruktivisme, di mana pengetahuan dibangun melalui pengalaman dan situasi nyata.

Dengan demikian, lanjutnya, Pancawaluya berfungsi sebagai praktik kehidupan sehari-hari yang mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di masyarakat.

Baca Juga: Pemprov Jabar Renovasi SLB Negeri A Pajajaran Untuk Sekolah Rakyat, Sekda Herman: Jamin Proses Pembelajaran Lancar dan Aman

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.